Jumat, 15 Mei 2026

Redam Polemik Tambang di Raja Ampat, Kadin: Utamakan Pariwisata dan Lingkungan

Penulis : Muhammad Farhan
11 Jun 2025 | 22:58 WIB
BAGIKAN
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie dalam rangkaian acara Indonesia-Perancis Business Forum di Jakarta, Rabu (28/5/2025). (B-Universe Photo/Bambang Ismoyo)
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie dalam rangkaian acara Indonesia-Perancis Business Forum di Jakarta, Rabu (28/5/2025). (B-Universe Photo/Bambang Ismoyo)

JAKARTA, investor.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie mengatakan, pemerintah lebih baik mengutamakan sektor pariwisata dan lingkungan hidup dalam menyikapi persoalan tambang di Raja Ampat.

“Paling penting, lebih baik cooling down dulu deh, supaya tidak jadi polemik, karena banyak berita yang sudah berlebihan,” ujar Anin mengomentari soal pencabutan izin usaha pertambangan (IUP) di Raja Ampat.

Anin mengatakan, Kementerian ESDM lebih mengetahui secara utuh bahwa Raja Ampat juga menjadi kawasan pariwisata internasional terbaik di Indonesia. Kadin pun, kata Anin meyakini Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dapat menemukan titik keseimbangan dari polemik tersebut

ADVERTISEMENT

"Saya yakin Pak Menteri ESDM, tahu bener bagaimana mencari keseimbangan atau equilibrium, itu dari sisi lingkungan hidup mesti dijaga, apalagi pariwisata," jelas Anin kepada wartawan seusai acara Hari Kewirausahaan Nasional, dikutip Rabu (11/6/2025).

Anin melanjutkan, khusus kegiatan pertambangan, pemerintah sebaiknya perlu menempatkan lokasi yang tepat terutama pada penempatan smelter

Diketahui sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, mengimbau masyarakat agar tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan pencemaran lingkungan di Pulau Piaynemo dan Pulau Gag, Raja Ampat.

Ia menegaskan pentingnya menyikapi informasi dengan bijak dan tidak terprovokasi oleh unggahan yang belum tentu benar.

Dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (10/6/2025), Bahlil menampilkan sejumlah foto yang mengeklaim terjadinya kerusakan lingkungan di kawasan Piaynemo. Foto-foto tersebut telah diberi label “hoaks” berwarna merah sebagai bentuk bantahan resmi dari pemerintah.

“Ini adalah gambar terbaru dari Piaynemo. Saya mohon kepada saudara-saudara sebangsa dan se-Tanah Air agar lebih berhati-hati dalam menerima informasi. Mari kita pilah mana yang benar dan mana yang tidak. Kita semua ingin yang terbaik untuk negeri ini,” kata Bahlil.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 4 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 43 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 47 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia