Jumat, 15 Mei 2026

Diperiksa Kembali, Dirut Sriex Harap Kejagung segera Putuskan Soal Kasus Sritex

Penulis : Alfida Rizky Febrianna
18 Jun 2025 | 18:44 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman (Sritex), Iwan Kurniawan Lukminto (tengah), berbicara dengan awak media di Gedung Jampidsus Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (18/6/2025). (ANTARA/Nadia Putri Rahmani)
Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman (Sritex), Iwan Kurniawan Lukminto (tengah), berbicara dengan awak media di Gedung Jampidsus Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (18/6/2025). (ANTARA/Nadia Putri Rahmani)

JAKARTA, investor.id - Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) Iwan Kurniawan Lukminto kembali diperiksa oleh penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung). Dia diperiksa dalam kasus dugaan korupsi pemberian kredit perbankan ke Sritex.

Iwan Kurniawan tiba di Kejagung pada 09.22 WIB, didampingi kuasa hukumnya, Calvin Wijaya dan Rocky Martin. Pemeriksaan berlangsung selama 7 jam.  

Dalam pemeriksaan kali ini, Iwan Kurniawan menyerahkan dokumen tambahan untuk melengkapi proses pemeriksaan. Pihaknya juga menyampaikan telah menjawab pertanyaan penyidik secara tuntas.

ADVERTISEMENT

"Jadi tadi ada sekitar 12 pertanyaan oleh penyidik dokumen-dokumen kelengkapan juga sudah saya serahkan," ungkap Iwan Kurniawan, usai menjalani pemeriksaan di Kejagung, Rabu (18/6/2025).

Iwan Kurniawan menilai, pemeriksaan ketiga yang ia jalani hari ini berjalan cepat dan efisien. Ia berharap, pihak Kejagung dapat segera memutuskan hasil dari permasalahan ini dan memberikan penjelasan kepada masyarakat secara transparan. 

"Terima kasih semuanya atas doanya dan juga atas dukungannya selama ini. Ya, kami harapkan pihak Kejagung bisa segera menyimpulkan permasalahan ini dan juga bisa memberikan satu kejelasan kepada masyarakat," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Calvin Wijaya menerangkan, pihaknya hanya mengetahui terkait dana kredit perbankan digunakan sesuai peruntukannya, yakni menyangkut keperluan perusahaan, bukan kepentingan pribadi. Hal tersebut pihaknya sampaikan kepada penyidik.

"Nah, yang diketahui oleh klien saya ini kredit itu hanya untuk mengembangkan usaha dan untuk pembayaran kepada pekerja. Nah, itu sesuai semuanya, sesuai peruntukannya," katanya.

Selebihnya, Calvin menuturkan penyidik masih melakukan pendalaman rangkaian penyidikan. Menurutnya, penyidik akan mengumpulkan semua keterangan dari saksi dan merangkumnya untuk kemudian gelar perkara.

Ini bukan kali pertama Iwan Kurniawan diperiksa Kejagung. Dia sebelumnya telah diperiksa pada Senin (2/6/2025) dan Selasa (10/6/2025).

Adapun kasus korupsi Sritex melibatkan tiga tokoh kunci, yaitu Dicky Syahbandinata (DS), Zainuddin Mappa (ZM), dan Iwan Setiawan Lukminto (ISL). Ketiganya telah ditahan oleh penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia