Laptop Chromebook Belum Optimal Dipakai Kegiatan Belajar Mengajar
MADIUN, investor.id – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendibudristek) pada era Nadiem Makariem membangikan laptop Chromebook ke sejumlah sekolah menengah pertama negeri (SMPN) di Kabupaten Madiun, Jawa Timur.
Namun puluhan laptop Chromebook tersebut tidak sepenuhnya dimanfaatkan, sebagian hanya disimpan di laboratorium sekolah, sebagian lagi ada yang rusak.
Salah satu sekolah yang menerima bantuan tersebut adalah SMPN 1 Nglames, Madiun. Sebanyak 45 unit Chromebook diberikan pada tahun ajaran 2020/2021 untuk mendukung kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah ini. Namun, hanya sebagian kecil yang digunakan secara aktif oleh guru untuk membuat bahan ajar dan presentasi.
“Saat ini digunakan untuk mendukung proses pembelajaran siswa-siswi. Tapi ada dua unit yang rusak, terutama pada bagian layar, jadi tidak bisa digunakan,” kata Kepala Sekolah SMPN 1 Nglames, Iriani Takaria, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (17/7/2025).
Pantauan di lokasi menunjukkan hanya tiga guru yang sedang menggunakan tiga unit Chromebook, sementara puluhan lainnya tersimpan di ruang laboratorium komputer. Guru harus login menggunakan akun Google untuk bisa mengoperasikan perangkat, yang mayoritas masih berfungsi baik pada bagian layar sentuh dan keyboard.
Meski kerusakan hanya terjadi pada dua unit, kondisi tersebut mengindikasikan adanya kurangnya pemeliharaan serta belum maksimalnya integrasi perangkat digital ke dalam kegiatan belajar-mengajar secara menyeluruh.
Kondisi serupa juga ditemukan di SMPN 2 Nglames. Sekolah ini baru menerima 45 unit Chromebook pada tahun 2024. Namun, seluruh perangkat masih tersimpan rapi di laboratorium dan hanya dikeluarkan pada saat-saat tertentu.
“Biasanya hanya digunakan saat pelajaran TIK atau saat ujian ANBK (Asesmen Nasional Berbasis Komputer). Jumlahnya sebenarnya masih kurang karena siswa kami 479 orang. Saat digunakan, harus bergantian,” ujar Kepala Sekolah SMPN 2 Nglames, Widodo.
Ia mengakui bahwa keterbatasan jumlah unit membuat pemanfaatan perangkat menjadi tidak optimal. Selain itu, belum semua mata pelajaran terintegrasi dengan penggunaan Chromebook, sehingga pemakaiannya belum merata.
Program distribusi Chromebook oleh Kemendikbudristek merupakan bagian dari strategi digitalisasi sekolah yang mulai dijalankan sejak 2020. Tujuannya, mendukung pembelajaran digital dan meningkatkan akses teknologi informasi di satuan pendidikan.
Namun, temuan di lapangan menunjukkan bahwa tanpa dukungan sistem pelatihan guru, perawatan perangkat, serta integrasi kurikulum yang memadai, keberadaan Chromebook cenderung menjadi fasilitas pelengkap yang tidak efektif digunakan secara berkelanjutan.
Editor: Maswin
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler


