Jumat, 15 Mei 2026

Satgas Pangan Sita 201 Ton Beras dari 212 Merek yang Diduga Beras Oplosan

Penulis : Muhammad Aulia Rahman
24 Jul 2025 | 13:36 WIB
BAGIKAN
Konferensi pers pengungkapan kasus beras tak sesuai standar mutu pada klaim kemasan di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (24/7/2025)
Konferensi pers pengungkapan kasus beras tak sesuai standar mutu pada klaim kemasan di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (24/7/2025)

JAKARTA, investor.id - Satgas Pangan Polri mengumumkan hasil penyelidikan terhadap 212 merek yang diduga menjual beras oplosan, setelah mengambil sejumlah sampel beras premium dan medium dari pasar tradisional dan modern. Satgas Pangan tengah melakukan penyidikan atas beberapa produsen.

Kepala Satgas Pangan Polri, Brigjen Pol Helfi Assegaf menerangkan, modus operandi yang dilakukan oleh 212 merek beras tersebut dengan memproduksi beras premium dengan merek tidak sesuai standar mutu yang terpampang di label kemasan. 

Helfi menuturkan, modus operandi itu dilakukan oleh para pelaku dengan menggunakan mesin produksi modern dan tradisional. Atas pemeriksaan dari sejumlah produsen beras tersebut, Helfi menegaskan status gelar perkara kasus beras oplosan ini dinaikkan menjadi penyidikan

ADVERTISEMENT

Dalam rangka proses penyidikan, Helfi menyampaikan pihaknya memeriksa 14 saksi, ahli analisa beras Kementerian Pertanian (Kementan), dan ahli perlindungan konsumen. Upaya paksa berupaya penyitaan juga dilakukan.

"Sampai pagi ini, barang bukti yang sudah kita sita yaitu beras total 201 ton dengan rincian kemasan 5 kg berbagai merek beras premium sebanyak 39.036 piece, kemasan 2,5 kg berbagai merek beras premium sebanyak 2.304 piece," ungkap Helfi saat jumpa pers di Bareskrim Polri, Kamis (24/7/2025). 

Satgas Pangan juga menyita dokumen legalitas dan sertifikat penunjang. Dokumen ini terkait hasil produksi, hasil maintenance, legalitas perusahaan, izin edar, sertifikat merek, dan lainnya. Hasil uji lab juga telah dikantongi Satgas Pangan Polri.

"Hasil uji lab juga bagian dari barang bukti yang sudah kita dapatkan yaitu hasil lab dari Kementerian Pertanian terhadap lima merek sampel beras premium yaitu Sania, Setra Ramos Biru, Setra Ramos Merah, Setra Pulen, dan Jelita, serta Anak Kembar," tutur Helfi.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 38 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 42 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 3 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia