Kamis, 14 Mei 2026

Ratusan Mantan Pegawai RSUD yang Dipecat Sudewo Gabung Aksi 13 Agustus

Penulis : Jamaah
13 Aug 2025 | 10:49 WIB
BAGIKAN
Masa aksi dari mantan pegawai RSUD Pati datangi aksi demo di kawasan Alun-alun Simpang 5 Pati, Rabu (13/8/2025). (Foto: B-Universe/ Jamaah)
Masa aksi dari mantan pegawai RSUD Pati datangi aksi demo di kawasan Alun-alun Simpang 5 Pati, Rabu (13/8/2025). (Foto: B-Universe/ Jamaah)

PATI, investor.id – Ratusan massa yang merupakan mantan tenaga kesehatan (nakes) RSUD Soewondo Pati yang dipecat diera kepemimpinan Bupati Sudewo turun ke jalan turut menyuarakan aksinya. Mereke mendesak dikembalikannya status mereka agar dapat bekerja dan meminta Sudewo turun dari pimpinan yang dinilai arogan. 

Turut serta bergabung dengan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, ratusan mantan pegawai honorer RSUD Soewondo Kabupaten Pati, Jawa Tengah ramai-ramai datangi Alun-alun Simpang 5 Pati atas dukungannya bersama Aliansi Masyarakat Pati Bersatu dalam aksi 13 Agustus 2025.

Dengan membentangkan spanduk berisi tuntutan terhadap kebijakan yang dinilai arogan. Mereka menilai menjadi korban kebijakan Bupati Sudewo hingga diberhentikan tanpa solusi dan pesangon meski sudah berdedikasi sebagai nakes bertahun-tahun. 

ADVERTISEMENT

Agus mengatakan, sedikitnya 220 pegawai honorer RSUD Soewondo Pati kehilangan pekerjaan. Menurutnya kebijakan Sudewo banyak menuai kontroversial tanpa mempetimbangkan dampak warga yang semakin kesulitan ekonomi, apalagi banyak dari mereka sudah bekerja dari belasan tahun hingga 20 tahun.

"Yang dipecat 220, aksi ini untuk menuntut hak kita sebagai karyawan. Kenapa kita yang mengabdi puluhan tahun dipecat. Tuntutannya kembalikan kita bekerja lagi di RSUD Soewondo," jelas Agus, Rabu (13/8/2025).

Masa mendesak dikembalikannya status mereka agar dapat bekerja dan meminta Sudewo yang baru menjabat sekira enam bulan terakhir turun dari pimpinan yang dinilai arogan. "Adanya bupati ini semua kebijakannya berubah," terangnya.

Janji kampanye Sudewo membuka lapangan kerja hanya janji semata, tutur Agus, nyatanya justru menambah pengangguran. Pihaknya juga secara tegas mendukung aksi ini untuk Sudewo turun dari jabatannya, dikhawatirkan semakin banyak penggangguran dan sederet kebijakan kontroversial lainnya yang menambah penderitaan rakyat Pati. 

Hingga kini pusat kota pati banjir dukungan untuk aksi 13 Agustus 2025 terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Pati hingga membanjiri pusat kota. 

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia