Komnas HAM Beri Atensi Serius Soal Insiden Rantis Polisi Lindas Driver Ojol
JAKARTA, investor.id – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memberikan atensi serius atas insiden kendaraan taktis (rantis) milik Korps Brigade Mobil Kepolisian Indonesia atau Brimob melindas pengemudi ojek online (driver ojol) hingga tewas. Peristiwa tersebut terjadi saat Brimob membubarkan massa demo di Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam.
Ketua Komnas HAM Anis Hidayah menyampaikan, lembaga Komnas HAM mengecam insiden tersebut. Menurut dia, kejadian itu merupakan salah satu bentuk kekerasan yang tidak bisa ditoleransi dan berpotensi kuat melanggar HAM.
“Untuk itu, Komnas HAM menaruh atensi yang sangat serius, kami akan turun ke lapangan untuk meminta sejumlah informasi pihak,” ungkap Anis Hidayah di Jakarta, Jumat (29/8/2025).
Bersamaan dengan itu, Anis Hidayah meminta Kepolisian Negara Republik Indonesia mengoordinasikan seluruh elemennya untuk menghormati, melindungi, dan memenuhi HAM saat menghadapi massa aksi.
Ia pun mengingatkan, penyampaian pendapat di muka umum merupakan bagian dari hak asasi yang melekat pada diri setiap orang, sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Nomor 39/ 1999 tentang HAM. “Kami mengajak masyarakat tidak merasa takut atas peristiwa ini, tetapi untuk terus bisa menyampaikan pendapatnya di muka umum dengan cara-cara yang damai,” tegas Anis.
Sebelumnya, rantis Brimob menabrak kemudian melindas pengemudi ojol jaket hijau hingga tewas. Ini terjadi saat polisi berupaya membubarkan massa aksi demonstrasi di Jalan Penjernihan I, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Kamis.
Kendaraan taktis tersebut lanjut memacu kecepatan dan meninggalkan lokasi setelah kejadian, sementara korban meninggal dunia usai sempat dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta.
Terkait peristiwa tersebut, Kepala Kepolisian Indonesia Jenderal Polisi Listyo S Prabowo menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada keluarga korban. "Kami menyampaikan belasungkawa dan juga minta maaf kepada keluarga almarhum terkait musibah yang terjadi," kata dia saat menemui keluarga korban di RSCM Jakarta, Jumat dini hari.
Selain bertemu dengan keluarga, Kapolri menyebut pihaknya juga menemui pengurus lingkungan di tempat tinggal korban untuk mengurus semua keperluan almarhum. "Kami berkomunikasi untuk mempersiapkan pemakaman dan juga hal-hal lain yang diminta oleh keluarga almarhum," lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Divisi Propam Polri Inspektur Jenderal Polisi Abdul Karim membeberkan pihaknya sedang memeriksa tujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya terkait insiden tersebut. Ketujuh anggota dimaksud berada di dalam mobil rantis yang menabrak korban.
Karim di Jakarta memerinci, ketujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya yang sedang diperiksa berinisial Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu B, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka J.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler



