Jumat, 15 Mei 2026

Ekonom Senior Minta Menkeu Baru Hati-hati Bicara di Ruang Publik

Penulis : Bambang Ismoyo
10 Sep 2025 | 15:53 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kemenkeu, Jakarta, Selasa (9/9/2025). (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kemenkeu, Jakarta, Selasa (9/9/2025). (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id – Para pakar ekonomi atau ekonom, turut menyoroti pejabat baru di kursi Menteri Keuangan (Menkeu) yang kini diemban oleh Purbaya Yudhi Sadewa. Salah satu hal yang disorot yakni perihal gaya bicara Purbaya yang kerap ceplas-ceplos.

Ekonom senior sekaligus Rektor Universitas Paramadina Didik J Rachbini mengungkapkan, seorang ahli teknis atau teknokrat tidak boleh asal berbicara. Terlebih, saat ini Purbaya mengemban sebagai pejabat yang posisinya sangat krusial.

Awalnya Didik mengungkapkan, secara latar belakang, Purbaya merupakan sosok yang cukup mumpuni. Berdasarkan pengalamannya, Purbaya tercatat sempat menjadi anggota Komite Ekonomi Nasional di bawah pemerintahan 2014-2019.

ADVERTISEMENT

"Orangnya ya ceplas-ceplos seperti itu, tapi dia sebenarnya mempunyai muatan akademik. Sebagai Menteri Keuangan itu yang diperlukan adalah teknostatement," ungkap Didik dalam diskusi secara daring, Rabu (10/9/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Didik juga menyoroti pernyataan Purbaya perihal isu 17+8 yang sebelumnya menuai respon publik. Didik mengatakan, respons terhadap tuntutan tersebut tidak boleh dilakukan sembarangan.

Sebelumnya, Purbaya merespons tuntutan 17+8 dalam konferensi pers seusai pelantikannya sebagai menteri keuangan, pada Senin (8/9/2025). Ia mengaku belum mempelajarinya, tetapi berpendapat tuntutan tersebut datang dari sebagian kecil rakyat.

Padahal menurut Didik, situasi kelas menengah saat ini justru dibilang belum dalam keadaan positif karena jumlahnya menurun dari 57 juta menjadi 48 juta orang. Diketahui, kelompok menengah selama ini menjadi penyumbang penggerak ekonomi domestik.

"Dia politik negarawan, mengerti situasi, tahu rasa dan sebagainya. Sehingga merespon 17+8 tidak boleh sembarangan," tandasnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 17 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia