Jumat, 15 Mei 2026

Gubernur Jateng Gratiskan Pembuatan SIM Pengemudi Ojol 

Penulis : Muhammad Iqbal Ikromi
12 Sep 2025 | 21:21 WIB
BAGIKAN
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menggelar Sarasehan Mitra Ojek Online dan Angkutan Sewa Khusus (ASK) di GOR Jatidiri Semarang, Jumat (12/9/2025).
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menggelar Sarasehan Mitra Ojek Online dan Angkutan Sewa Khusus (ASK) di GOR Jatidiri Semarang, Jumat (12/9/2025).

SEMARANG, investor.id – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memberikan hadiah kepada ratusan pengemudi ojek online (ojol) dengan menggratiskan biaya pembuatan ulang surat izin mengemudi (SIM). Hal ini dilakukan saat menggelar Sarasehan Mitra Ojek Online dan Angkutan Sewa Khusus (ASK) di GOR Jatidiri Semarang, Jumat (12/9/2025).

"Di sini yang SIM-nya mati angkat tangan, kumpulin. Saya yang bayar, provinsi yang bayar. Langsung daftar ke belakang, itu ada ibu-ibu Polwan," kata Ahmad Luthfi di tengah acara. 

Ahmad Luthfi menjelaskan, kecelakaan lalu lintas merupakan penyumbang kematian terbesar di Jawa Tengah. Untuk itu, persyaratan keselamatan di jalan raya harus dipenuhi, salah satunya dilihat dari SIM.

ADVERTISEMENT

"Maka kita dahulukan para pengemudi yang SIM-nya mati. Kita bantu agar tidak terjadi laka lantas saat di jalanan. Kita bantu mereka," ujarnya.

Langkah Ahmad Luthfi menggratiskan biaya pengaktifan kembali SIM tersebut disambut antusias oleh para pengemudi ojol yang hadir di Jatidiri. Mereka langsung berbondong-bondong untuk mendaftarkan SIM-nya. 

Salah seorang di antara pengemudi ojol yang mendapat hadiah dari Ahmad Luthfi itu adalah Susanto. Pria yang sudah 7 tahun menjadi pengemudi ojol itu berterima kasih dengan kebijakan langsung dari Ahmad Luthfi. Pengaktifan atau pembuatan ulang SIM mati secara gratis itu sangat membantu untuk kelancaran dia bekerja. 

"Alhamdulillah itu merupakan kebijakan dari pemerintah Jawa Tengah ya. Semoga dengan ini kami driver ojol lebih semangat mencari orderan. Peran pemerintah sangat membantu untuk kelancaran kami bekerja, terutama dengan aktifnya SIM ini," ujarnya.

Joko mengaku SIM-nya telah mati kurang lebih satu tahun. Ia tidak bisa memperpanjang SIM karena penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga.

"Sudah mati kurang lebih satu tahun. Banyak sekali kebutuhan. Penghasilan untuk menutup kebutuhan sehingga tidak bisa perpanjang SIM," ungkapnya.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 50 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia