Kejagung Kembali Periksa Sejumlah Saksi Kasus Korupsi Laptop Chromebook
JAKARTA, investor.id - Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mengusut kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dalam program Digitalisasi Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada periode 2019–2022.
Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung memeriksa enam orang saksi lagi, pada Senin (15/9/2025). Salah satu yang turut diperiksa adalah DAS, mantan sekretaris pribadi (sespri) Nadiem Makarim saat menjabat menteri.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, mengatakan pemeriksaan para saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi berkas perkara yang tengah ditangani.
“Kejagung melalui tim penyidik Jampidsus memeriksa enam orang saksi terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi pada Kemendikbudristek dalam program Digitalisasi Pendidikan tahun 2019–2022,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (16/9/2025).
Adapun enam saksi yang dipanggil adalah YP (Direktur Pengembangan Sistem Katalog LKPP), DAS (Sekretaris Mendikbudristek 2019-2024), EM (ASN Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah), JPBE (Direktur PT Khatulistiwa Jayasakti Abadi), LL (Komisaris PT Complus Sistem Solusi), RDS (Kepala LKPP 2019-2021).
DAS sebelumnya pernah diperiksa pada 8 Juli 2025, ketika Nadiem Makarim belum berstatus tersangka. Pemanggilan kembali terhadap DAS kali ini dinilai penting karena posisinya sebagai orang dekat menteri yang diyakini mengetahui dinamika internal pengadaan.
Kejagung menegaskan, pemeriksaan ini menjadi bagian dari rangkaian penyidikan untuk mengurai keterlibatan berbagai pihak. Sejauh ini, penyidik telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus ini, termasuk mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim sendiri.
Lima tersangka tersebut yakni Sri Wahyuningsih (SW), Direktur Sekolah Dasar Ditjen PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek (2020–2021), Mulyatsyah (MUL), Direktur SMP Kemendikbudristek tahun 2020, Jurist Tan (JT/JS), Staf khusus Mendikbudristek Bidang Pemerintahan era Nadiem Makarim.
Selain itu, Ibrahim Arief (IBAM), Konsultan perorangan Rancangan Perbaikan Infrastruktur Teknologi Manajemen Sumber Daya Sekolah di Kemendikbudristek, Nadiem Makarim, Mantan Mendikbudristek.
Dalam perkara ini, Kejagung menyebut kerugian negara yang ditimbulkan mencapai sekitar Rp 1,9 triliun. Skema korupsi diduga terkait proses pengadaan laptop Chromebook untuk sekolah, yang menjadi bagian dari program Digitalisasi Pendidikan.
Program ini awalnya ditujukan untuk meningkatkan akses teknologi di sekolah, terutama dalam mendukung pembelajaran berbasis digital pascapandemi. Namun, proses pengadaannya justru diselimuti dugaan praktik korupsi, mulai dari pengaturan pemenang tender hingga mark up harga perangkat.
Pemeriksaan terhadap enam saksi baru diharapkan dapat membuka peran lebih luas dari pihak-pihak yang terlibat, termasuk kemungkinan adanya pihak lain di luar lima tersangka yang telah ditetapkan. Kejagung menegaskan akan terus mendalami bukti-bukti dan memanggil pihak terkait demi menuntaskan kasus yang menjadi sorotan publik ini.
Editor: Maswin
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





