Minggu, 5 April 2026

BGN: Keracunan Massal MBG Disebabkan Kelalaian SOP

Penulis : Andrew Tito
30 Sep 2025 | 14:36 WIB
BAGIKAN
Siswa mengumpulkan tempat makan usai menyantap hidangan makan bergizi gratis (MBG) di SD Negeri Banjarsari 5, Kota Serang, Banten, Selasa (18/2/2025). (ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto)
Siswa mengumpulkan tempat makan usai menyantap hidangan makan bergizi gratis (MBG) di SD Negeri Banjarsari 5, Kota Serang, Banten, Selasa (18/2/2025). (ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto)

JAKARTA, investor.id - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana mengungkapkan terjadinya kasus keracunan massal pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebabkan adanya kelalaian SOP (standard operating procedure). 

Dadan pun membantah kasus keracunan disebabkan oleh tindakan sabotase. Ia menegaskan, dari hasil investigasi sementara, insiden yang terjadi di berbagai daerah lebih banyak dipicu oleh kelalaian dalam menjalankan prosedur standar.

“Sejauh ini penyebabnya adalah kelalaian terhadap SOP, bukan karena sabotase,” kata Dadan saat ditemui di Jakarta, Selasa (30/9/2025).

ADVERTISEMENT

Dadan menambahkan, temuan BGN menunjukkan pola kasus keracunan lebih banyak terjadi pada dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang baru beroperasi. Menurutnya, hal ini dipengaruhi keterbatasan pengalaman tenaga kerja yang masih dalam tahap adaptasi.

“Data memperlihatkan sebagian besar kasus menimpa SPPG yang masih baru. SDM mereka membutuhkan jam terbang lebih banyak untuk bisa lebih sigap dalam menjaga kualitas,” terangnya.

Sejauh ini. tercatat 9.615 dapur SPPG aktif beroperasi, dengan layanan yang menjangkau lebih dari 31 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Namun, sepanjang periode Januari hingga 19 September 2025, program ini juga menghadapi tantangan serius. Data resmi mencatat ada 5.626 siswa yang mengalami keracunan usai menyantap menu MBG di berbagai daerah.

Kasus terbaru yang menyita perhatian publik terjadi di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Dalam peristiwa tersebut, 1.258 siswa dari dua kecamatan, Cipongkor dan Cihampelas, mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Bandung Barat, Lia Nurliana menjelaskan ribuan siswa tersebut mengalami gejala mulai dari mual, pusing, hingga muntah. Gelombang besar pasien masuk pada Senin (22/9/2025) dan Rabu (24/9/2025).

“Hingga saat ini, ada 1.159 siswa yang sudah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang. Masih ada 99 siswa yang dirawat, meskipun datanya bersifat dinamis,” kata Lia.

Menanggapi kondisi itu, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menetapkan status kejadian luar biasa (KLB). Pemerintah daerah juga menutup 85 dapur MBG di wilayah Cipongkor. Sebagian besar dapur tersebut diketahui belum memiliki sertifikat kelayakan penyajian makanan.

Diperlukan Pengawasan Ketat Kualitas Sumber Daya

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 2 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 2 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 3 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 5 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 6 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia