Prabowo Perintahkan Semua Dapur MBG Wajib Punya Test Kit Pekan Ini
.JAKARTA, investor.id - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, untuk memastikan semua dapur yang mengolah Program Makan Bergizi gratis (MBG) harus sudah memiliki test kit pada pekan depan.
Hal ini disampaikan Presiden Prabowo dalam rapat yang diselenggarakan di kediamannya di Hambalang, Jawa Barat, pada Minggu (5/10/2025), seperti dijelaskan Sekretariat Kabinet dalam instagram resmi @sekretariat_kabinet.
"Presiden menegaskan kepada Kepala BGN bahwa setidaknya pada minggu depan ini, dapur-dapur harus sudah dilengkapi dengan alat test kit yakni mengecek kebersihan makanan, alat pencuci & pengering higienis dilengkapi air hangat & alat khusus untuk menghindari bakteri, dan penyediaan filter air bersih," jelas Sekretariat Kabinet.
Sebelumnya, Dadan menyampaikan bahwa Presiden Prabowo telah memberi instruksi agar seluruh dapur MBG mencontoh operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah naungan Polri. Dalam hal ini, SPPG Polri telah menerapkan penggunaan alat rapid test sebelum makanan didistribusikan untuk mencegah kasus keracunan.
“Mereka melakukan rapid test sebelum makanan itu diedarkan,” kata Dadan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Rabu (1/10/2025).
Menurutnya, standar yang diterapkan oleh SPPG Polri ini dinilai bagus karena dilaporkan tidak ada kasus keracunan MBG. Oleh karena itu, model ini dapat menjadi contoh bagi SPPG di wilayah lain.
BGN mencatat terdapat sebanyak 6.517 siswa terdampak kasus keracunan MBG di 75 titik di seluruh Indonesia selama periode Januari-September 2025. Secara rinci, kasus di wilayah 1 (Pulau Sumatra) sebanyak 1.307 siswa terdampak, wilayah 2 (Pulau Jawa) ada 4.207 siswa terdampak, dan wilayah 3 (Pulau Kalimantan, Sulawesi, dan Papua) terdapat 1.003 siswa terdampak.
Selain soal MBG, Presiden Prabowo memanggil sejumlah Menteri & anggota Kabinet Merah Putih untuk membahas perkembangan berbagai program, seperti Koperasi Desa, Kampung Nelayan, Ketahanan Pangan & Energi, Stimulus Ekonomi dan berbagai program lainnya.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah bencana robohnya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo. Hingga Minggu sore, Basarnas mencatat total korban yang telah dievakuasi mencapai 149 orang. Dari jumlah tersebut, 104 orang dilaporkan selamat, dan 45 orang dinyatakan meninggal dunia.
Dari kejadian itu, Presiden Prabowo secara khusus memerintahkan Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, untuk memeriksa struktur bangunan setiap pondok pesantren resmi. Kepala Negara juga memberi instruksi untuk memperbaiki bangunan pondok pesantren yang memang perlu diperbaiki.
“Serta memberikan bantuan dan menekankan kepada pemilik pondok untuk memperhatikan betul proses renovasi atau pengembangan gedung bila hendak membangun pondoknya,” jelas Sekretariat Kabinet.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






