Bahlil Kembali Bicara Soal Investigasi Musibah Longsor Tambang Freeport
JAKARTA, investor.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, tim Kementerian ESDM saat ini masih melakukan penyelidikan penyebab musibah longsor yang terjadi di kawasan tambang bawah tanah grasberg block cave milik PT Freeport Indonesia.
Bahlil menuturkan, pihaknya tidak menentukan deadline atau tenggat waktu untuk penyelidikan tersebut.
Awalnya Bahlil mengungkapkan, saat ini operasional tambang PTFI belum beroperasi secara normal.
"Tambang di sana itu ada dua bagian yang terkena musibah, itu kita belum melakukan pergerakan apa-apa," ungkap Bahlil saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (10/11/2025).
Ia melanjutkan, tim Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Ditjen Minerba) tidak ingin penanganan longsor di area Grasberg Block Cave (GBC) PTFI dilakukan terlalu terburu-buru.
Pasalnya, penanganan longsor itu berkaitan dengan nyawa. Dapat dikatakan, aspek keselamatan operasional kedepannya menjadi prioritas.
"Enggak bisa kita pakai deadline. Nanti kalau target waktu, kemudian (hasilnya) enggak benar nanti bahaya," pungkasnya.
Seperti diberitakan, Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih melakukan penyelidikan perihal adanya kejadian longsor di dalam tambang bawah tanah area Grasberg Block Cave Underground Tembagapura, Mimika, pada September 2025.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengungkapkan, penyelidikan ini melibatkan tim Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Ditjen Minerba) serta Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) Kementerian ESDM. "Jadi itu lagi dikonsolidasikan oleh Dirjen Minerba sama Dirjen Gakkum," ungkap Yuliot saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat lalu (7/11/2025).
Ia menambahkan, tujuan adanya penyelidikan lanjutan untuk mengetahui penyebab terjadinya longsor. Utamanya, untuk memastikan tidak adanya faktor kelalaian atau aspek yang berkaitan dengan pelanggaran aturan.
"Apakah itu ada permasalahan hukum juga di situ, apakah itu ada kelalaian, ini lagi dilakukan evaluasi oleh Dirjen Gakkum," pungkasnya.
Sebelumnya, 7 pekerja PT Freeport Indonesia terjebak di dalam tambang bawah tanah dalam area Grasberg Block Cave Underground Tembagapura, Mimika, pada Senin malam, 8 September 2025.
Manajemen Freeport Indonesia menjelaskan, telah terjadi aliran material basah dalam jumlah besar di tambang bawah tanah grasberg block cave. Insiden ini menutup akses ke area tertentu di tambang dan membatasi rute evakuasi untuk tujuh pekerja.
Lalu, pada 5 Oktober 2025, PT Freeport Indonesia memastikan sebanyak seluruh pekerjanya yang terdampak insiden luncuran material basah di Tambang Bawah Tanah Grasberg Block Cave, telah berhasil ditemukan.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






