Sabtu, 4 April 2026

Pemerintah Siapkan Anggaran Jumbo untuk Konservasi Hutan

Penulis : Bambang Ismoyo
4 Feb 2026 | 15:17 WIB
BAGIKAN
Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo memberikan paparan dalam Indonesia Economic Summit di Jakarta, Rabu (4/2/2026). (B-Universe/Bambang Ismoyo)
Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo memberikan paparan dalam Indonesia Economic Summit di Jakarta, Rabu (4/2/2026). (B-Universe/Bambang Ismoyo)

JAKARTA, investor.id - Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo menegaskan komitmen pemerintah Presiden Prabowo Subianto dalam upaya pelestarian lingkungan melalui program penghijauan hutan berskala besar.

Ia mengungkapkan, Pemerintah telah menyiapkan anggaran hingga Rp 2 triliun untuk mendukung konservasi dan pengembangan kawasan hutan, sebagai bagian dari strategi nasional menghadapi kerusakan lingkungan dan perubahan iklim.

Menurut Hashim, pemerintah Indonesia telah mengambil keputusan penting untuk melakukan reboisasi atau menghijaukan kembali sekitar 12,7 juta hektare wilayah yang hutan yang telah hilang. Langkah ini dinilai sebagai perubahan besar dalam kebijakan lingkungan nasional.

Advertisement

“Pemerintahan Indonesia akan mengalokasikan anggaran 120 juta dolar atau Rp 2 triliun untuk konservasi dan pengembangan, seperti di Taman Nasional Way Kambas di Lampung," ujar Hashim, dalam acara Indonesia Economic Summit di Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Sebagai informasi, Way Kambas dikenal sebagai kawasan Taman Nasional atau wilayah konservasi penting yang menjadi habitat gajah Sumatra serta berbagai spesies dilindungi lainnya.

Investasi pemerintah di kawasan hutan ini diharapkan mampu memperkuat perlindungan satwa liar sekaligus memulihkan ekosistem hutan yang terdegradasi.

Lebih lanjut, Hashim menekankan pendanaan tersebut sepenuhnya berasal dari anggaran negara.

Menurutnya, langkah ini akan membawa dampak besar, tidak hanya bagi kelestarian lingkungan, tetapi juga bagi keberlanjutan pembangunan nasional ke depan.

“Jadi ini adalah berbicara, ini adalah memasukkan uang asli Indonesia, ini bukan uang donor,” pungkasnya. 

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Business 6 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 9 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.
Market 19 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 22 menit yang lalu

Masuk Saham Terkonsentrasi Tinggi, Laba Samator (AGII) Merosot

Laba bersih Samator Indo Gas (AGII) merosot 44,37% pada 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
International 30 menit yang lalu

Kadin: Perang Lumpuhkan Ekonomi Timur Tengah, Biaya Kirim Melonjak 3 Kali

Kadin ungkap dampak perang Iran-AS: Biaya logistik naik 3 kali lipat & pengiriman barang molor hingga 2 bulan. Cek dampaknya bagi Indonesia.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Komitmen Investasi Rp574 Triliun dari Jepang dan Korsel

Dalam situasi geopolitik yang tidak menentu, Indonesia masih menjadi daya tarik bagi para investor dari Jepang maupun Korsel.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia