Sabtu, 4 April 2026

Kajian Cenago ITB: Banjir Sumatra Dipicu Cuaca Ekstrem, Lampaui Standar Mitigasi Nasional

Penulis : Yustinus Patris Paat
22 Feb 2026 | 14:15 WIB
BAGIKAN
Koordinator Tim Riset Cenago ITB, Heri Andreas
Koordinator Tim Riset Cenago ITB, Heri Andreas

JAKARTA, investor.id - Center for Analysis and Applying Geospatial Information (Cenago) Institut Teknologi Bandung (ITB) menyelesaikan kajian forensik berbasis analisis presipitasi ekstrem, karakteristik hidrologi tiga daerah aliran sungai (DAS Badiri, Garoga, dan Batang Toru), perubahan tutupan lahan, serta simulasi hidrologi-hidrolika.

Hasil kajian tersebut menunjukkan bahwa banjir Sumatra dipicu oleh curah hujan dengan intensitas sangat ekstrem akibat siklon Tropis Senyar. Sementara kapasitas sistem pengendalian banjir yang ada, tidak dirancang untuk menahan skala peristiwa tersebut. 

Koordinator Tim Riset Cenago Heri Andreas mengatakan, temuan tersebut menunjukkan pentingnya pendalaman berbasis data dan analisis komprehensif dalam menarik kesimpulan mengenai faktor penyebab serta pertanggungjawaban suatu bencana.

Advertisement

Hasil riset tersebut, kata Heri menunjukkan bahwa kontribusi perubahan tutupan lahan oleh sejumlah korporasi seperti PT NSHE, PT AGR, dan PT TBS yang dianalisis, relatif kecil dibandingkan dengan skala faktor cuaca ekstrem yang terjadi.

Menurut Heri, analisis perubahan tutupan lahan menunjukkan porsi alih fungsi lahan tiga korporasi terhadap luas DAS relatif kecil, yakni PT AR sekitar 1,6%, PT TBS 0,4%, dan PT NSHE 0,02%. 

“Jika secara kuantitatif kontribusi perubahan tutupan lahan yang dituduhkan relatif kecil, maka penetapan pertanggungjawaban mutlak (strict liability) terhadap pihak tertentu perlu ditinjau kembali demi objektivitas,” kata Heri dalam keterangannya, Minggu (22/2/2026).

Tidak hanya mengandalkan identifikasi dan digitasi citra satelit untuk mengklasifikasikan tutupan lahan, Cenago juga menggabungkan data presipitasi BMKG dan NOAA Amerika Serikat, pendefinisian DAS dan sub-DAS, digital elevation model (DEM), serta data standar parameter hidrologi hidrolika.

Heri mengatakan hasil analisis Cenago terhadap citra satelit resolusi tinggi menunjukkan banjir dipicu oleh fenomena Siklon Tropis Senyar dengan anomali presipitasi yang sangat jarang terjadi. Curah hujan pada akhir November 2025 mencapai level ekstrem (150-300 milimeter per hari) hingga sangat ekstrem (lebih dari 300 milimeter per hari). 

"Model probabilitas kami menunjukkan ini masuk kategori R700 hingga R1000, yang artinya siklus kejadian sekali dalam 700 hingga 1.000 tahun. Angka ini melampaui standar mitigasi banjir yang umumnya dirancang hingga R50," jelas Heri.

Dengan intensitas hujan yang melampaui standar mitigasi nasional itu, Cenago menilai bencana tersebut berada pada tingkat yang secara perencanaan melampaui kapasitas pengendalian banjir yang berlaku.

Simulasi Hidrologi-Hidrolika

Cenago juga melakukan simulasi banjir model hidrologi dan hidrolika dengan berbagai skenario, termasuk skenario seluruh wilayah DAS berupa hutan dan skenario keberadaan tambang dan lain-lain. Hasil simulasi menunjukkan PT AR tercatat hanya berkontribusi 0,32% terhadap banjir atau penambahan runoff (air hujan yang tidak meresap ke tanah) sebesar 0,71%. 

Adapun, PT NSHE tercatat hanya 0,05% dan 0,01%, serta PT TBS berkontribusi terhadap banjir 1,7%n atau penambahan runoff sekitar 0,06%.

Cenango menegaskan pentingnya pemanfaatan data geospasial dengam ketelitian tinggi dalam pengambilan keputusan kebencanaan. Pendekatan berbasis sains dinilai krusial untuk memastikan setiap kesimpulan mengenai penyebab bencana disusun secara objektif, terukur, dan proporsional, termasuk dalam melakukan forensik bencana banjir. 

  

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 12 menit yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 23 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 32 menit yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 1 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Business 1 jam yang lalu

Hemat Energi 40%, Industri Tekstil Mulai Adopsi Truk Listrik

Penggunaan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam merespons tantangan pasokan BBM di tengah dinamika geopolitik global.
International 2 jam yang lalu

WHO Kecam Serangan ke Fasilitas Kesehatan di Iran

WHO kecam serangan AS & Israel ke fasilitas kesehatan Iran. 4 juta orang mengungsi, risiko wabah penyakit kian mengancam Timur Tengah.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia