Target Program Bedah Rumah Rakyat Diperluas jadi 400.000 Unit
JAKARTA, investor.id - Pemerintah mengungkapkan akan memperluas jangkauan program bedah rumah rakyat hingga ke seluruh wilayah Indonesia pada tahun ini.
Sebanyak 400.000 unit rumah akan direvonasi pada 2026. Jumlah tersebut meningkat signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya sekitar 45.000 rumah.
Baca juga: Pemerintah Bidik 324 Rumah Relokasi di Senen Rampung dalam Dua Bulan
"Tahun ini semua kabupaten/kota di seluruh Indonesia mendapatkan program bedah rumah dari Bapak Presiden Prabowo,"kata Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait seusai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/4/2026).
Lebih lanjut, Menteri Ara memastikan cakupan wilayah program tersebut juga diperluas. Jika tahun lalu masih ada sekitar 220 kabupaten/kota yang belum tersentuh, kini seluruh daerah di Indonesia dipastikan akan mendapatkan akses bedah rumah.
"Tahun lalu itu 45.000 rumah, tahun ini 400.000 rumah. Tahun lalu ada 220 kabupaten/kota yang tidak dapat," terangnya.
Menurutnya, kebijakan ini tidak hanya bertujuan memperbaiki kualitas hunian masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta menciptakan pemerataan pembangunan.
Baca juga: BPS: 13% Masyarakat Indonesia Belum Memiliki Rumah
“Ini program yang sangat signifikan, dan akan menggerakkan ekonomi dan juga akan berkeadilan,” imbuh Ara.
Selain program bedah rumah, Ara mengatakan pemerintah juga akan memanfaatkan lahan milik negara untuk pembangunan hunian bagi masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan.
Lahan-lahan BUMN Bakal Dibangun Rumah Susun
Dia menyebut, Presiden Prabowo menginstruksikan agar lahan-lahan milik BUMN, termasuk sektor perkeretaapian, dibangun rumah susun atau rusun dengan skema campuran bagi masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah.
Baca juga: Strategi BTN (BBTN) Tingkatkan Kualitas Perumahan
“Jadi bagaimana lahan-lahan negara ini bisa dikelola untuk perumahan rakyat. Nanti dikombinasi juga untuk masyarakat berpenghasilan rendah, juga yang menengah supaya ada kombinasi,” ujarnya.
Bekerja Sama dengan PT KAI
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now


