Sabtu, 4 April 2026

Klarifikasi Berita PT Metro Lintas

Penulis : Antara
11 Apr 2011 | 10:15 WIB
BAGIKAN
Investor Daily
Investor Daily


Sebelumnya, kami sampaikan ucapan terima kasih atas dimuatnya komentar kami pada beberapa kali terbitan harian Investor Daily terkait berita prokontra kehadiran debt collector. Namun, pada edisi Sabtu (9/4), terdapat kekeliruan kutipan yang mengganggu, yakni pada paragraf kelima di bawah sub-judul “Diskriminatif”.

Pada paragraf pertama tertulis, menanggapi desakan penghentian penggunaan jasa pihak ketiga dalam proses penagihan kredit macet, kalangan perusahaan jasa debt collector meminta DPR untuk mencermati secara benar dan adil.

“Larangan outsourcing itu sama saja DPR melanggar UU No 32/2003 tentang Tenaga Kerja. Jangan cuma melarang outsourcing di perbankan, sektor lain juga harus dilarang, biar adil dan tidak diskriminatif,” jelas Direktur Utama PT Metro Lintas Daud Balo kepada Investor Daily, kemarin.

Menurut Daud Balo, perusahaan jasa debt collector........”Kalau kami melanggar SOP pihak bank, bisa jadi tidak diberi job lagi,” kata dia. Dia mengingatkan......... Di bawah bendera PT Metro Lintas, Daud mempekerjakan lebih dari 700 orang. Seharusnya, kalimat itu berbunyi: “Di bawah bendera PT Metro Lintas, Daud mempekerjakan banyak tenaga kerja.

Selain itu, kekeliruan juga terdapat pada kalimat: “Untuk tunggakan tiga bulan, PT Metro Lintas akan menerima fee sekitar 40% dari total nilai tagihan. Tunggakan di atas dua tahun, bank tidak segan memberi fee 60-70%.”

Kalimat itu, seharusnya tidak menggambarkan besaran fee yang diterima Metro Lintas secara detail seperti 40%, atau 60 -70%.

Terima kasih atas dimuatnya surat koreksi ini.
Daud Balo,
direktur utama PT Metro Lintas

Catatan Redaksi:
Terima kasih atas koreksi. Keterangan presentasi fee dan jumlah tenaga kerja memang berlaku untuk PT Cans Pratama Mandiri, dan bukan pada PT Metro Lintas. Redaksi mohon maaf atas kekeliruan penempatan keterangan dari PT Cans Pratama Mandiri, perusahaan yang juga diwawancarai pada berita tersebut.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 18 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 20 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.
Market 30 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 34 menit yang lalu

Masuk Saham Terkonsentrasi Tinggi, Laba Samator (AGII) Merosot

Laba bersih Samator Indo Gas (AGII) merosot 44,37% pada 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
International 42 menit yang lalu

Kadin: Perang Lumpuhkan Ekonomi Timur Tengah, Biaya Kirim Melonjak 3 Kali

Kadin ungkap dampak perang Iran-AS: Biaya logistik naik 3 kali lipat & pengiriman barang molor hingga 2 bulan. Cek dampaknya bagi Indonesia.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Komitmen Investasi Rp574 Triliun dari Jepang dan Korsel

Dalam situasi geopolitik yang tidak menentu, Indonesia masih menjadi daya tarik bagi para investor dari Jepang maupun Korsel.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia