Jumat, 15 Mei 2026

VinFast Vietnam Bangun Pabrik Kendaraan Listrik US$ 2 Miliar di AS

Penulis : Grace El Dora
30 Mar 2022 | 18:02 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Vinfast. (FOTO: vinfastauto.us)
Ilustrasi Vinfast. (FOTO: vinfastauto.us)

HANOI, investor.id – Produsen mobil Vietnam VinFast mengatakan bahwa pihaknya telah menandatangani kesepakatan awal atas investasi US$ 2 miliar untuk membangun pabrik di North Carolina, Amerika Serikat (AS) untuk membuat bus listrik, sport utility vehicles (SUV), bersama dengan baterai untuk kendaraan listrik (EV).

Unit konglomerat terbesar Vietnam Vingroup mengatakan, pihaknya berencana untuk menggelontorkan total investasi sebesar US$ 4 miliar pada kompleks pabrik pertamanya di AS.

Konstruksi akan dimulai tahun ini, segera setelah perusahaan mendapatkan izin yang diperlukan, dan diharapkan selesai pada Juli 2024. Kapasitas awal pabrik akan mencapai 150.000 unit per tahun, kata Vinfast.

ADVERTISEMENT

“Dengan fasilitas manufaktur tepat di pasar AS, VinFast dapat menstabilkan harga dan mempersingkat waktu pengiriman produk, membuat EV kami lebih mudah diakses oleh pelanggan,” kata Nguyen Thi Thu Thuy, wakil ketua Vingroup dan CEO VinFast Global pada Rabu (30/3), dilansir dari Reuters.

VinFast telah mulai menerima pemesanan awal secara global untuk dua model SUV listrik dan akan mulai mengirimkannya pada kuartal IV-2022.

Presiden AS Joe Biden mengatakan investasi VinFast, yang akan menciptakan lebih dari 7.000 pekerjaan, adalah contoh terbaru dari strategi ekonominya untuk pasar kerja.

“Ini didasarkan pada pengumuman baru-baru ini dari perusahaan seperti GM, Ford, dan Siemens untuk berinvestasi di Amerika lagi dan menciptakan lapangan kerja,” kata Biden, yang menetapkan tujuan ambisius untuk setengah dari penjualan mobil baru adalah mobil listrik pada 2030.

Ini akan menjadi pabrik mobil pertama di Carolina Utara dan merupakan pengumuman pembangunan ekonomi terbesar dalam sejarah negara bagian itu, kata kantor gubernur dalam pernyataan resminya.

VinFast mengatakan, harga SUV sport VF8 dimulai dari US$ 41.000 di Amerika. Sebagai perbandingan, SUV Tesla dijual dengan harga sekitar US$ 63.000. VinFast menargetkan penjualan kendaraan listrik global sebesar 42.000 unit tahun ini.

Produksi Sulit

VinFast bertaruh besar di pasar AS, di mana ia berharap dapat bersaing dengan produsen mobil dan perusahaan rintisan (start up) lama, dengan SUV listrik yang terjangkau dan model penyewaan baterai.

Startup kendaraan listrik lainnya seperti Rivian dan Lucid telah memangkas target produksi mereka tahun ini karena gangguan rantai pasokan yang disebabkan oleh virus corona, memukul harga saham mereka.

CEO Tesla Elon Musk mengatakan tahun lalu bahwa sangat sulit untuk mencapai volume produksi dengan biaya unit yang terjangkau.

VinFast, yang menjadi produsen mobil domestik pertama Vietnam pada 2019, berencana untuk beralih ke produksi kendaraan listrik mulai akhir 2022.

Di luar Amerika Utara, perusahaan sedang mencari pabrik di Jerman, katanya pada Januari 2022.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 21 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia