Aston Martin Menggalang US$ 660 Juta dari Rights Issue
LONDON, investor.id – Aston Martin mengumpulkan 575,8 juta pound sterling (US$ 660 juta) dari hak memesan efek terlebih dahulu (rights issue/ HMETD) karena investor utama, termasuk dana kekayaan negara Arab Saudi, tetap percaya dengan produsen mobil mewah Inggris yang sedang berjuang menaikkan penjualan.
Perusahaan berusia 109 tahun itu pada Senin (5/9) mengatakan berencana menerbitkan empat saham baru dengan harga masing-masing 103 pence untuk setiap saham yang ada. Pada 0750 GMT, saham turun 10% pada 432,9 pence.
Rights issue adalah bagian dari peningkatan ekuitas yang diumumkan sebelumnya sebesar 653,8 juta pound, yang menjadikan Dana Investasi Publik (PIF) Arab Saudi sebagai salah satu pemegang saham terbesar perusahaan.
Aston Martin mengatakan rights issue itu sepenuhnya dilakukan dan dijamin, dengan dukungan dari PIF, serta Yew Tree dan Mercedes Benz dari kepala Lawrence Stroll.
Penggalangan dana akan memungkinkan perusahaan untuk menurunkan utangnya dan berinvestasi dalam model-model baru, katanya.
Pemilik tim balap Formula Satu (F1) telah menghabiskan banyak uang dan terkena hambatan rantai pasokan. Perusahaan membukukan tiga kali lipat kerugian setengah tahun sebelum pajak pada Juli 2022.
Perusahaan menolak proposal investasi senilai 1,3 miliar pound yang akan menyerahkan kendali bisnis kepada investor Italia Investindustrial dan produsen mobil Tiongkok Geely bulan itu.
Baca Juga:
Pemeringkatan Saham-Saham Terbaik 2022“Fundamental Aston Martin tetap goyah, dengan atau tanpa penambahan modal,” kata Victoria Scholar, kepala investasi di investor interaktif, pada Senin. Ia menunjuk pada masalah babak pertama.
Dia mengatakan penurunan pound baru-baru ini dapat mendorong minat dari pembeli asing.
(US$ 1 = 0,8728 pound)
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.Tag Terpopuler
Terpopuler

