Jumat, 15 Mei 2026

Aston Martin Menggalang US$ 660 Juta dari Rights Issue

Penulis : Grace El Dora
5 Sep 2022 | 17:39 WIB
BAGIKAN
Logo Aston Martin terlihat pada mobil V12 Vantage di pabrik perusahaan Gaydon, Inggris pada 16 Maret 2022. (FOTO: REUTERS/Phil Noble)
Logo Aston Martin terlihat pada mobil V12 Vantage di pabrik perusahaan Gaydon, Inggris pada 16 Maret 2022. (FOTO: REUTERS/Phil Noble)

LONDON, investor.id – Aston Martin mengumpulkan 575,8 juta pound sterling (US$ 660 juta) dari hak memesan efek terlebih dahulu (rights issue/ HMETD) karena investor utama, termasuk dana kekayaan negara Arab Saudi, tetap percaya dengan produsen mobil mewah Inggris yang sedang berjuang menaikkan penjualan.

Perusahaan berusia 109 tahun itu pada Senin (5/9) mengatakan berencana menerbitkan empat saham baru dengan harga masing-masing 103 pence untuk setiap saham yang ada. Pada 0750 GMT, saham turun 10% pada 432,9 pence.

Rights issue adalah bagian dari peningkatan ekuitas yang diumumkan sebelumnya sebesar 653,8 juta pound, yang menjadikan Dana Investasi Publik (PIF) Arab Saudi sebagai salah satu pemegang saham terbesar perusahaan.

ADVERTISEMENT

Aston Martin mengatakan rights issue itu sepenuhnya dilakukan dan dijamin, dengan dukungan dari PIF, serta Yew Tree dan Mercedes Benz dari kepala Lawrence Stroll.

Penggalangan dana akan memungkinkan perusahaan untuk menurunkan utangnya dan berinvestasi dalam model-model baru, katanya.

Pemilik tim balap Formula Satu (F1) telah menghabiskan banyak uang dan terkena hambatan rantai pasokan. Perusahaan membukukan tiga kali lipat kerugian setengah tahun sebelum pajak pada Juli 2022.

Perusahaan menolak proposal investasi senilai 1,3 miliar pound yang akan menyerahkan kendali bisnis kepada investor Italia Investindustrial dan produsen mobil Tiongkok Geely bulan itu.

“Fundamental Aston Martin tetap goyah, dengan atau tanpa penambahan modal,” kata Victoria Scholar, kepala investasi di investor interaktif, pada Senin. Ia menunjuk pada masalah babak pertama.

Dia mengatakan penurunan pound baru-baru ini dapat mendorong minat dari pembeli asing.

(US$ 1 = 0,8728 pound)

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Business 8 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 18 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia