Jumat, 15 Mei 2026

Genjot Pengguna Kendaraan Listrik, Pemerintah Ingin Kurangi Ketergantungan Impor BBM

Penulis : Arnoldus Kristianus
6 Mar 2023 | 18:46 WIB
BAGIKAN
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu (paling kanan) dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi pada Senin (06/03/2023).
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu (paling kanan) dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi pada Senin (06/03/2023).

JAKARTA,investor.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah berupaya mempercepat produksi Kendaraan Listrik Berbahan Baterai (KLBB) degan tujuan mengurangi ketergantungan impor Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal ini juga sesuai dengan komitmen Indonesia dalam menurunkan emisi gas rumah kaca.

“KLBB didorong oleh alasan peningkatan efisiensi energi. Ketahanan energi dan konservasi energi sektor transportasi serta terwujudnya energi bersih , kualitas udara bersih dan ramah lingkungan serta yang terpenting adalah mengurangi ketergantungan ke impor BBM,” ucap Luhut dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi pada Senin (06/03/2023).

Penggunaan KBLBB akan mendorong keberlanjutan alam dengan mengurangi emisi gas rumah kaca dan sumber daya Indonesia yang kaya akan bahan baku critical minerals untuk KBLBB. “Saat ini, kita sedang membangun industri baterai, tentunya akan mendorong penciptaan lapangan kerja baru dan menaikkan pendapatan negara,” kata Luhut.

ADVERTISEMENT

Luhut mencontohkan dari kondisi Norwegia yang saat ini menjadi world’s top-selling electric vehicle market per capita dan pengalaman negara-negara lain yang mendorong adopsi KBLBB dengan berbagai bantuan pemerintah. Terlebih dengan tantangan bahwa masih terdapat perbedaan harga yang signifikan antara kendaraan listrik yang ramah lingkungan dibanding kendaraan konvensional.


“Kalau dilihat secara holistik, negara kita ini bisa bersaing. Kita memiliki semua, dari hulu ke hilir kita ada. Sumber dayanya melimpah, pasarnya luas, dan anak bangsa kaya inovasi,” kata Luhut.

Dia mengatakan, hilirisasi akan lebih lengkap bila pemerintah bisa menciptakan industri kendaraan listrik yang menggunakan hasil hilirisasi critical mineral. Adopsi masal kendaraan listrik menjadi faktor krusial dalam menciptakan ambisi tersebut. Namun adopsi masal belum berjalan dengan cepat karena masih terdapat perbedaan harga yang signifikan pada kendaraan listrik yang ramah lingkungan dibandingkan kendaraan konvensional sehingga menghalangi kemampuan masyarakat untuk transaksi dalam transisi kendaraan listrik.

“Saat ini negara-negara lain termasuk negara tetangga mendorong adopsi KBLBB dengan berbagai insentif. Indonesia perlu mengantisipasi hal tersebut dengan memberikan insentif KBLBB agar Indonesia menjadi tempat menarik untuk produsen KBLBB jika program insentif berjalan lancar dan adopsi massal terjadi. Industri dalam negeri KBLBB terbentuk dan harga KBLBB akan lebih terjangkau ke depan,” kata Luhut.

Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Masyarakat Rida Mulyana bahwa dengan KBLBB, pengguna akan mampu menghemat Rp 2,77 juta per tahun, pemerintah menghemat Rp 32,7 miliar per tahun, penurunan 0,03 juta ton efek gas rumah kaca, dan peningkatan lapangan kerja, meskipun akan ada peningkatan konsumsi listrik sebanyak 15,2 GWh per tahun.

“Harapannya, kita bisa meningkatkan adopsi KBLBB secara massal dan menjadikan negara-negara di dunia untuk berinvestasi di industri KBLBB kita,” sebut Menko Luhut. Lebih lanjut, ia menyampaikan jika program bantuan pemerintah ini berjalan dengan lancar dan adopsi massal tercapai, industri dalam negeri KBLBB terbentuk dan harga KBLBB akan lebih terjangkau di masa mendatang.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia