Jumat, 15 Mei 2026

GAIKINDO: Durasi Baterai Mobil Listrik Masih Jadi PR Produsen

Penulis : Celvin M Sipahutar
11 Mar 2023 | 22:07 WIB
BAGIKAN
Seseorang ketika menggunakan fasilitas Electric Vehicle (EV) Charging Station di Senayan Park, Jakarta. (B-Universe Photo/Ruht Semiono)
Seseorang ketika menggunakan fasilitas Electric Vehicle (EV) Charging Station di Senayan Park, Jakarta. (B-Universe Photo/Ruht Semiono)

JAKARTA, Investor – Para produsen mobil listrik masih punya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dan dicarikan solusinya, agar bisa mendorong pertumbuhan industri mobil listrik (Electric Vehicle/EV) nasional. Adapun PR tersebut masih berkutat pada durasi pengisian daya baterai.

Hal ini diungkapkan Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Yohannes Nangoi, saat ditemui di pameran Gakindo Jakarta Auto Week 2023, Sabtu (11/3/2023).

"Jadi yang namanya mobil listrik ini masih terus berkembang. Saat ini, orang masih ada yang bilang bahwa waktu charging atau charging time itu masih cukup panjang. Sementara penggunaannya masih belum terlalu panjang. Berarti di-charge cukup lama, penggunaannya di jalan tidak terlalu lama. Nah, ini yang sedang di-improve,” kata Nangoi seperti dikutip Beritasatu.com.

Lebih lanjut, Nangoi mengatakan bahwa harga mobil listrik masih relatif mahal daripada mobil combustion engine.

ADVERTISEMENT

Kendati demikian, Nangoi optimistis produsen otomotif dapat terus membuat terobosan untuk mengembangkan mobil listrik. Sehingga, diharapkan ppenjualan mobil listrik di Indonesia semakin masif.

"Mudah-mudahan ke depannya kami bisa menemukan suatu terobosan, di mana harga bisa kami tekan sehingga mobil listrik akan lebih diminati oleh masyarakat," ucap Nangoi.

Pemerintah sendiri terus mendorong pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia. Bahkan, Peraturan Presiden (Perpres) tentang Percepatan Pengembangan Kendaraan Bermotor Listrik (Mobil Listrik) juga telah diteken oleh oleh Presiden Joko Widodo.

Dari sisi pemerintah, stasiun pengisian daya untuk kendaraan listrik juga terus didorong jumlahnya.

Terkini, PT PLN (Persero) selaku BUMN menyatakan ada sebanyak 6.700 Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) di seluruh wilayah Indonesia dan akan ditambah menjadi 12.000. Selain itu, ada 1.000 unit Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan 600 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk mobil.

PT PLN juga mengajak pihak swasta untuk turut membangun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dengan skema bisnis waralaba (franchise).


 

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 20 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia