Sabtu, 4 April 2026

Musim Kemarau, Jalur Pendakian Carstensz Kering Air

Penulis : ah
11 Aug 2015 | 12:12 WIB
BAGIKAN

JAKARTA-Rencananya pendakian menuju dua puncak gunung yakni Carstensz Pyramid dan Jayawijaya akan dimulai besok pagi (Rabu, 12/8) dari Ridge Camp Mil 72, Distrik Tembagapura, Papua.

Pabanlid Sintel Pasmar -1 yang juga Komandan Pendakian Gunung Carstensz, Letkol Mar Fery P. Marpaung mengatakan , kepada Rmol.co beberapa titik yang akan disinggahi nanti seperti Danau Danau dan Lembah Kuning kemungkinan kering air mengingat saat ini musim kemarau. Untuk itu salah satu opsinya tiap personil Tim Ekspedisi Marinir Rakyat Merdeka dibekali lima liter air.

Dari tebing Zebra Wall pada hari Rabu pagi (12/8), tim akan mulai perjalanan dengan jarak tempuh sekitar 4-5 jam menuju sebuah danau yang diperkirakan masih ada tetesan air dari salju. Lokasi inilah yang rencananya dimungkinkan untuk aklimatisasi tim. Opsi lainnya di base camp Danau Danau. Hanya saja memang air sekitar situ tak bisa dikonsumsi karena keasamannya terlalu tinggi.

Di kesempatan berbeda, dr. Agung Hadyono (61) bercerita pengalamannya mendaki Kinabalu, Sabah. Saat itu ia satu rombongan dengan sepasang bule dari United Kingdom yang berjalan cepat. Namun pada etape terakhir dari 3.100 meter menuju 4.100 meter puncak Kinabulu, sepasang bule tersebut terpaksa harus menghentikan pendakian mereka karena menderita pening hebat, salah gejala awal mountain sickness.

Cerita lainnya, Norman Edwin yang dikenal pendaki dengan tempo jalan yang kencang ternyata juga gagal mencapai puncak Gunung Kilimanjaro (5.895 mdpl) di Tanzania, Afrika pada pendakian pertamanya. Norman mengalami gejala yang sama saat berada di Gillman Point (4.200 mdpl). Begitu juga saat Norman mendaki Gunung Elbrus (5.642 mdpl) di Georgia, Rusia.

Karenanya dr. Agung berpesan kepada seluruh pendaki Tim Ekspedisi Marinir Rakyat Merdeka sebaiknya tidak berjalan terlalu kencang saat pendakian ke puncak Gunung Carstensz Pyramid maupun Puncak Gunung Jayawijaya. Dengan berjalan lambat, menurut dr. Agung, pendaki tersebut sama saja melakukan aklimatisasi.

"Semboyannya ’pole pole’ artinya pelan-pelan, kalau di Nepal bahasanya ’bestari bestari’ yang artinya bijaksana," tuturnya.

dr. Agung pun mengingatkan pada ketinggian 3.100 meter, kondisi oksigen udara mulai menipis.

"Yang penting dari segi kesehatan santai saja. Kalau ada keluhan bilang sama saya tapi yang ada obat-obatan sederhana," cetus dokter spesialis kandungan ini di hadapan para pendaki dari marinir dan TRAMP di Ridge Camp, mil 72 Distrik Tembagapura, Papua. (*/hrb)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Lifestyle 1 menit yang lalu

Cara Daikin Dongkrak Kepercayaan Konsumen 

Saat ini AC tidak hanya sekadar pemberi kesejukan, melainkan juga menjadi pendukung bagi produktivitas.
International 43 menit yang lalu

Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang

Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.
Market 53 menit yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.
Business 1 jam yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 2 jam yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 2 jam yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia