Musim Kemarau, Jalur Pendakian Carstensz Kering Air
JAKARTA-Rencananya pendakian menuju dua puncak gunung yakni Carstensz Pyramid
dan Jayawijaya akan dimulai besok pagi (Rabu, 12/8) dari Ridge Camp Mil
72, Distrik Tembagapura, Papua.
Pabanlid Sintel Pasmar -1 yang
juga Komandan Pendakian Gunung Carstensz, Letkol Mar Fery P. Marpaung
mengatakan , kepada Rmol.co beberapa titik yang akan disinggahi nanti seperti Danau
Danau dan Lembah Kuning kemungkinan kering air mengingat saat ini musim
kemarau. Untuk itu salah satu opsinya tiap personil Tim Ekspedisi
Marinir Rakyat Merdeka dibekali lima liter air.
Dari tebing Zebra
Wall pada hari Rabu pagi (12/8), tim akan mulai perjalanan dengan jarak
tempuh sekitar 4-5 jam menuju sebuah danau yang diperkirakan masih ada
tetesan air dari salju. Lokasi inilah yang rencananya dimungkinkan untuk
aklimatisasi tim. Opsi lainnya di base camp Danau Danau. Hanya saja
memang air sekitar situ tak bisa dikonsumsi karena keasamannya terlalu
tinggi.
Di kesempatan berbeda, dr. Agung Hadyono (61) bercerita
pengalamannya mendaki Kinabalu, Sabah. Saat itu ia satu rombongan dengan
sepasang bule dari United Kingdom yang berjalan cepat. Namun pada etape
terakhir dari 3.100 meter menuju 4.100 meter puncak Kinabulu, sepasang
bule tersebut terpaksa harus menghentikan pendakian mereka karena
menderita pening hebat, salah gejala awal mountain sickness.
Cerita
lainnya, Norman Edwin yang dikenal pendaki dengan tempo jalan yang
kencang ternyata juga gagal mencapai puncak Gunung Kilimanjaro (5.895
mdpl) di Tanzania, Afrika pada pendakian pertamanya. Norman mengalami
gejala yang sama saat berada di Gillman Point (4.200 mdpl). Begitu juga
saat Norman mendaki Gunung Elbrus (5.642 mdpl) di Georgia, Rusia.
Karenanya
dr. Agung berpesan kepada seluruh pendaki Tim Ekspedisi Marinir Rakyat
Merdeka sebaiknya tidak berjalan terlalu kencang saat pendakian ke
puncak Gunung Carstensz Pyramid maupun Puncak Gunung Jayawijaya. Dengan
berjalan lambat, menurut dr. Agung, pendaki tersebut sama saja melakukan
aklimatisasi.
"Semboyannya ’pole pole’ artinya pelan-pelan, kalau di Nepal bahasanya ’bestari bestari’ yang artinya bijaksana," tuturnya.
dr. Agung pun mengingatkan pada ketinggian 3.100 meter, kondisi oksigen udara mulai menipis.
"Yang
penting dari segi kesehatan santai saja. Kalau ada keluhan bilang sama
saya tapi yang ada obat-obatan sederhana," cetus dokter spesialis
kandungan ini di hadapan para pendaki dari marinir dan TRAMP di Ridge
Camp, mil 72 Distrik Tembagapura, Papua. (*/hrb)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Cara Daikin Dongkrak Kepercayaan Konsumen
Saat ini AC tidak hanya sekadar pemberi kesejukan, melainkan juga menjadi pendukung bagi produktivitas.Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang
Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data
Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah PutihKetika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel
Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh
Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.Tag Terpopuler
Terpopuler

