Sabtu, 4 April 2026

Ada yang Aneh di Saham BUMI

Penulis : Thresa Sandra Desfika
20 Feb 2026 | 04:05 WIB
BAGIKAN
PT Bumi Resources Tbk (BUMI). (Foto: perseroan)
PT Bumi Resources Tbk (BUMI). (Foto: perseroan)

JAKARTA, investor.id - Ada yang tak biasa alias aneh di saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Pasalnya, saham emiten Grup Bakrie dan Salim ini tiba-tiba membukukan net buy asing pada perdagangan Kamis (19/2/2026) kemarin, meskipun tipis Rp 93,21 miliar.

Sebelumnya, sejak 9 Februari sampai dengan 18 Februari, saham BUMI selalu mencatatkan net sell asing dengan total Rp 2,68 triliun. Di mana broker CGS International Sekuritas paling getol mencetak net sell asing di saham BUMI mencapai Rp 1,4 triliun dalam periode tersebut.

Tapi pada perdagangan 19 Februari, CGS International malah membukukan net buy untuk investor asing Rp 5,8 miliar. Adapun asing paling banyak belanja saham BUMI kemarin melalui broker UBS Sekuritas dengan net buy Rp 115 miliar.

Advertisement

Sedangkan broker Semesta Indovest dan Verdhana Sekuritas mencatatkan net buy  di saham BUMI untuk investor domestik masing-masing Rp 268,9 miliar dan Rp 109 miliar.

Solidnya belanja yang dilakukan investor domestik dan asing kemarin di saham BUMI membuat harganya loncat 5,63% ke Rp 300. Sebanyak 9,63 miliar saham BUMI diperdagangkan, frekuensi 178.253 kali, dan nilai transaksi Rp 2,88 triliun.

Sebelumnya, banyak pelaku pasar modal menilai laju saham BUMI tertekan karena aksi jual yang dilakukan oleh China Investment Corporation (CIC) melalui Chengdong Investment Corporaton. Per akhir Januari 2026, kepemilikan Chengdong tinggal 2,81%, dari sebelumnya 5,76% pada Desember 2025.

Sementara itu, Founder CLC Rita Efendy memberikan ulasannya terkait saham BUMI. Dengan kecepatan jual sekitar 0,074% per hari, sisa kepemilikan CIC diperkirakan habis.

“Artinya, tekanan jual dari pihak CIC berpotensi segera berakhir,” ungkap RITA dalam ulasannya yang dibagikannya, Kamis (19/2/2026).

Menurutnya, selama ini CIC dianggap sebagai “standby seller” yang menahan kenaikan harga. Jika kepemilikannya habis, tekanan supply berkurang sehingga pergerakan saham BUMI dinilai bisa lebih leluasa naik.

Struktur pemegang saham BUMI saat ini didominasi investor strategis. Rita merinci, pemegang saham terbesar adalah Mach Energy (45,78%), disusul UBS (5,1%), Cris Developments (4,86%), dan Treasure Global (3,18%). Sisanya sekitar 38,26% dimiliki publik.

“CIC awalnya masuk sebagai kreditur saat ekspansi BUMI, lalu menjadi pemegang saham melalui skema debt-to-equity swap saat restrukturisasi 2017. Setelah kondisi perusahaan membaik, aksi jual sekarang dianggap sebagai realisasi investasi,” jelasnya.

Rita menyebutkan fundamental BUMI lebih sehat dibanding masa krisis. Ekuitas yang dulu sempat negatif kini sudah kembali positif, perusahaan kembali mencetak laba, dan mulai diversifikasi ke sektor mineral. Hal ini membuat proses exit investor lama menjadi situasi yang relatif win-win bagi semua pihak.

BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menjadikan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebagai salah satu saham pilihan untuk perdagangan pekan ini (18-20 Februari 2026).

Menurut broker tersebut, Bumi Resources mengumumkan nama Anthoni Salim dan Nirwan Dermawan Bakrie sebagai pemegang manfaat akhir dari kepemilikan saham perseroan. “Persentase saham pengendali kini mencapai 46,96%,” sebut BRIDS dalam ulasannya untuk perdagangan pekan ini.

BRIDS menilai secara teknikal saham berkode BUMI mampu menembus resistance dan berpotensi melanjutkan penguatan.

BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan buy saham BUMI di kisaran 275-290 dengan target harga pertama 302 dan target harga kedua 344. Stoploss apabila saham emiten pertambangan ini turun ke bawah 250.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


InveStory 2 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 12 menit yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 48 menit yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Business 1 jam yang lalu

Hemat Energi 40%, Industri Tekstil Mulai Adopsi Truk Listrik

Penggunaan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam merespons tantangan pasokan BBM di tengah dinamika geopolitik global.
International 1 jam yang lalu

WHO Kecam Serangan ke Fasilitas Kesehatan di Iran

WHO kecam serangan AS & Israel ke fasilitas kesehatan Iran. 4 juta orang mengungsi, risiko wabah penyakit kian mengancam Timur Tengah.
Business 2 jam yang lalu

Green SM Dapat Dukungan Pembiayaan BCA Rp600 M

Fasilitas pembiayaan dari BCA ditujukan memperkuat kesiapan operasional serta menjaga keberlanjutan layanan Green SM di sejumlah kota.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia