Sabtu, 4 April 2026

Emiten Jual Rugi Aset, Saham Malah Melonjak 171%

Penulis : Thresa Sandra Desfika
21 Feb 2026 | 17:44 WIB
BAGIKAN
Bersama Zatta Jaya (ZATA). Ist
Bersama Zatta Jaya (ZATA). Ist

JAKARTA, investor.id - Emiten Asep Sulaeman Sabanda atau ‘Sultan Subang’, PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) memperoleh restu terkait penjualan aset dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 18 Februari 2026.

“Rapat memutuskan dan menyetujui rencana transaksi perseroan berupa penjualan aset perseroan,” ungkap ringkasan risalah RUPSLB ZATA dikutip Sabtu (21/2/2026).

Sebelumnya, manajemen ZATA menjelaskan bahwa meskipun nilai transaksi ini tidak mencapai batas wajib RUPS sesuai POJK 17/2020, perseroan meminta izin pelaksanaan RUPSLB dengan pertimbangan sebagai berikut.

Advertisement

Berdasarkan laporan laba rugi konsolidasian proforma, kata manajemen ZATA, transaksi ini akan membukukan rugi atas pelepasan aset tetap sebesar Rp 78,49 miliar, yang secara material mengubah posisi laba neto menjadi rugi neto proforma.

“Dampak ini secara signifikan menggerus ekuitas dan mengubah profitabilitas menjadi kerugian, sehingga direksi memandang perlu untuk mendapatkan persetujuan pemegang saham,” sebut manajemen ZATA.

Manajemen ZATA mengungkapkan, sebagai bentuk tanggung jawab dan transparansi, perseroan menilai bahwa keputusan strategis yang mengakibatkan kerugian akuntansi yang material harus diputuskan melalui RUPS, untuk memitigasi risiko gugatan dan memastikan pemegang saham memahami alasan strategis di balik transaksi tersebut.

Dalam materi paparan publik insidentil, manajemen ZATA mengungkapkan bahwa rencana transaksi tersebut merupakan penjualan aset tetap berupa tanah & bangunan. Transaksi dilakukan dengan harga di bawah nilai pasar wajar (discounted price).

“Prioritas utama saat ini adalah kecepatan realisasi kas (speed to cash) dibandingkan menunggu valuasi pasar yang ideal namun tidak likuid,” terang manajemen ZATA.

Dana hasil penjualan untuk penurunan kewajiban finansial (utang bank) untuk menjamin kelangsungan usaha (going concern). “Manajemen memilih mengambil kerugian akuntansi (accounting loss) saat ini untuk perbaikan arus kas masa depan,” jelas manajemen ZATA.

Di sisi lain, saham Bersama Zatta Jaya malah melambung 34,71% ke Rp 163 pada akhir perdagangan Jumat (20/2/2026) kemarin. Harga saham ZATA masih Rp 60 pe 14 Januari 2026, dan kini sudah ngacir 171,66%.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 4 menit yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 15 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 24 menit yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 1 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Business 1 jam yang lalu

Hemat Energi 40%, Industri Tekstil Mulai Adopsi Truk Listrik

Penggunaan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam merespons tantangan pasokan BBM di tengah dinamika geopolitik global.
International 2 jam yang lalu

WHO Kecam Serangan ke Fasilitas Kesehatan di Iran

WHO kecam serangan AS & Israel ke fasilitas kesehatan Iran. 4 juta orang mengungsi, risiko wabah penyakit kian mengancam Timur Tengah.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia