Emiten Jual Rugi Aset, Saham Malah Melonjak 171%
JAKARTA, investor.id - Emiten Asep Sulaeman Sabanda atau ‘Sultan Subang’, PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) memperoleh restu terkait penjualan aset dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 18 Februari 2026.
“Rapat memutuskan dan menyetujui rencana transaksi perseroan berupa penjualan aset perseroan,” ungkap ringkasan risalah RUPSLB ZATA dikutip Sabtu (21/2/2026).
Sebelumnya, manajemen ZATA menjelaskan bahwa meskipun nilai transaksi ini tidak mencapai batas wajib RUPS sesuai POJK 17/2020, perseroan meminta izin pelaksanaan RUPSLB dengan pertimbangan sebagai berikut.
Baca Juga:
Barisan Saham Penentu Nasib IHSGBerdasarkan laporan laba rugi konsolidasian proforma, kata manajemen ZATA, transaksi ini akan membukukan rugi atas pelepasan aset tetap sebesar Rp 78,49 miliar, yang secara material mengubah posisi laba neto menjadi rugi neto proforma.
“Dampak ini secara signifikan menggerus ekuitas dan mengubah profitabilitas menjadi kerugian, sehingga direksi memandang perlu untuk mendapatkan persetujuan pemegang saham,” sebut manajemen ZATA.
Manajemen ZATA mengungkapkan, sebagai bentuk tanggung jawab dan transparansi, perseroan menilai bahwa keputusan strategis yang mengakibatkan kerugian akuntansi yang material harus diputuskan melalui RUPS, untuk memitigasi risiko gugatan dan memastikan pemegang saham memahami alasan strategis di balik transaksi tersebut.
Dalam materi paparan publik insidentil, manajemen ZATA mengungkapkan bahwa rencana transaksi tersebut merupakan penjualan aset tetap berupa tanah & bangunan. Transaksi dilakukan dengan harga di bawah nilai pasar wajar (discounted price).
Baca Juga:
Saham Diskon Omzet Rp 4 T“Prioritas utama saat ini adalah kecepatan realisasi kas (speed to cash) dibandingkan menunggu valuasi pasar yang ideal namun tidak likuid,” terang manajemen ZATA.
Dana hasil penjualan untuk penurunan kewajiban finansial (utang bank) untuk menjamin kelangsungan usaha (going concern). “Manajemen memilih mengambil kerugian akuntansi (accounting loss) saat ini untuk perbaikan arus kas masa depan,” jelas manajemen ZATA.
Di sisi lain, saham Bersama Zatta Jaya malah melambung 34,71% ke Rp 163 pada akhir perdagangan Jumat (20/2/2026) kemarin. Harga saham ZATA masih Rp 60 pe 14 Januari 2026, dan kini sudah ngacir 171,66%.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now




