Sabtu, 4 April 2026

BMRI Mumpung Murah, Diserok Asing, Target Harga Segini

Penulis : Jauhari Mahardhika
22 Feb 2026 | 05:01 WIB
BAGIKAN
Mandiri Tower. (Bank Mandiri/BMRI)
Mandiri Tower. (Bank Mandiri/BMRI)

JAKARTA, investor.id – Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mumpung masih murah harganya. Meski murah, saham BMRI tidak murahan karena memiliki return on equity (ROE) yang baik. Investor asing lagi rajin mengakumulasi saham BMRI.

Berdasarkan data di Stockbit Sekuritas, yang diakses pada Minggu (22/2/2026), rasio PE saham BMRI saat ini (trailing twelve months/TTM) tergolong murah sebesar 8,5 kali.

Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (20/2/2026), BMRI ditutup naik 0,9% ke level Rp 5.125. Dalam perdagangan sepekan terakhir, BMRI juga menguat 0,9% dan sebulan meningkat 2,5%. Selama year to date (ytd), BMRI terangkat 0,49%.

Advertisement

Investor asing tampak sedang menyerok saham BMRI selama sepekan terakhir. Nilai transaksi beli bersih (net buy) asing pada saham BMRI mencapai Rp 615,7 miliar atau terbesar dibandingkan saham lainnya.

Pembelian secara agresif terhadap saham berkapitalisasi pasar besar (big cap) tersebut terjadi di pasar reguler BEI selama periode 18-20 Februari 2026.

Dari segi kinerja, Bank Mandiri (BMRI) telah menunjukkan performa sepanjang 2025 yang melampaui estimasi berkat hasil kuartal IV-2025 yang memecahkan rekor. BMRI mencatatkan laba bersih kuartalan tertinggi sepanjang sejarah sebesar Rp 18,6 triliun pada kuartal IV-2025.

Dengan begitu, total laba bersih BMRI selama 2025 mencapai Rp 56,3 triliun atau tumbuh 1% yoy. “Pencapaian itu lebih tinggi dari estimasi kami maupun konsensus pasar,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Victor Stefano dan Naura Reyhan Muchlis dalam risetnya.

Adapun pertumbuhan kredit BMRI pada 2025 tetap kuat sebesar 13% yoy. Itu terutama ditopang oleh segmen korporasi dan komersial, sehingga mampu mengimbangi penurunan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) sebesar 30 basis poin (bps) dan mendorong pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) naik 4%.

Dana pihak ketiga (DPK) juga tumbuh kuat 24% yoy, terutama berasal dari deposito berjangka yang menurunkan rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (loan to deposit ratio/LDR) menjadi 89%.

“Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) BMRI tetap stabil sebesar 1,1%,” ungkap Victor.

Target Harga Saham 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


InveStory 2 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 12 menit yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 48 menit yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Business 1 jam yang lalu

Hemat Energi 40%, Industri Tekstil Mulai Adopsi Truk Listrik

Penggunaan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam merespons tantangan pasokan BBM di tengah dinamika geopolitik global.
International 1 jam yang lalu

WHO Kecam Serangan ke Fasilitas Kesehatan di Iran

WHO kecam serangan AS & Israel ke fasilitas kesehatan Iran. 4 juta orang mengungsi, risiko wabah penyakit kian mengancam Timur Tengah.
Business 2 jam yang lalu

Green SM Dapat Dukungan Pembiayaan BCA Rp600 M

Fasilitas pembiayaan dari BCA ditujukan memperkuat kesiapan operasional serta menjaga keberlanjutan layanan Green SM di sejumlah kota.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia