Sabtu, 4 April 2026

Saham MLIA Masuk Radar UMA

Penulis : Erta Darwati
23 Feb 2026 | 08:46 WIB
BAGIKAN
Pengunjung berada di galeri BEI, Jakarta, kemarin. Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (9/2/2026), ditutup melesat 96,61 poin (1,22%) hingga kembali ke atas level 8.031. Rentang pergerakan 7.865-8.031 dengan nilai transaksi Rp 15,7 triliun. (Investor Daily/David Gita Roza).
Pengunjung berada di galeri BEI, Jakarta, kemarin. Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (9/2/2026), ditutup melesat 96,61 poin (1,22%) hingga kembali ke atas level 8.031. Rentang pergerakan 7.865-8.031 dengan nilai transaksi Rp 15,7 triliun. (Investor Daily/David Gita Roza).

JAKARTA, investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau pergerakan Unusual Market Activity (UMA) terhadap satu saham emiten, pada Senin (23/2/2026). 

Adapun saham yang masuk radar UMA dan BEI pantau ketat tersebut adalah, saham  PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA).

"Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal," tulis manajemen BEI dalam keterangan resmi, Senin (23/2/2026).

Advertisement

Saham tersebut bergerak di luar kebiasaan (Unusual Market Activity), dan BEI melakukan pemantauan lantaran mengalami penurunan harga saham secara tidak wajar.

Adapun saham MLIA terpantau ambles 7,65% dalam sebulan dan sahamnya juga ambles 7,65% sejak awal tahun (year to date/ytd).

"Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham-saham tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," tulisnya.

Kemudian dengan pengumuman ini, maka para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi Bursa, dan mencermati kinerja emiten dan keterbukaan informasinya.

Selanjutnya, juga mengkaji kembali rencana corporate action emiten apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS, serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Editor: Erta Darwati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 11 menit yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.
Business 41 menit yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 52 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 1 jam yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 2 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Business 2 jam yang lalu

Hemat Energi 40%, Industri Tekstil Mulai Adopsi Truk Listrik

Penggunaan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam merespons tantangan pasokan BBM di tengah dinamika geopolitik global.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia