Sabtu, 4 April 2026

Yang Dorong Saham BUMI Tiba-tiba Anjlok

Penulis : Thresa Sandra Desfika
24 Feb 2026 | 10:06 WIB
BAGIKAN
Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: Antara)
Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: Antara)

JAKARTA, investor.id - Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tiba-tiba anjlok pada sesi I perdagangan Selasa (24/2/2026).

Di sekitar pukul 10.01 WIB, saham BUMI minus 3,38% ke Rp 286. Saham ini mengalami tekanan jual.

Sudah sejumlah 7 miliar saham Bumi Resources diperdagangkan, frekuensi 41.151 kali, dan nilai transaksi Rp 582,33 miliar.

Advertisement

Saham BUMI membukukan net sell sebesar Rp 350,5 miliar, berdasarkan data pada aplikasi Stockbit Sekuritas. Itu tertinggi di antara saham-saham net sell lainnya.

Saham BUMI anjlok setelah sempat naik tipis 0,68% pada perdagangan Senin (23/2/2026) kemarin.

Sementara itu, CGS International Sekuritas mematok support pertama BUMI pada 291 untuk perdagangan hari ini, dan support kedua di 287.

Baca Juga:

Katalis BUMI

Sebelumnya, Maybank Sekuritas Indonesia dalam ulasannya kemarin menyebutkan bahwa saham BUMI mendominasi nilai transaksi IHSG meski volatilitas masih tinggi.

Broker tersebut melihat secara jangka panjang kinerja BUMI secara fundamental akan terus meningkat.

“Fokus transformasi bisnis dengan target kontribusi non-batu bara mencapai 50% pada 2031 ditambah peluang peningkatan kinerja dari aksi akuisisi agresif menjaga katalis jangka panjang tetap positif,” sebut Maybank Sekuritas.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 40 menit yang lalu

Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang

Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.
Market 50 menit yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.
Business 1 jam yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 2 jam yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 2 jam yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 2 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia