Indonesia dan Malaysia Lanjutkan Kinerja Task Force untuk Antisipasi Dampak EUDR
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perladangan dan Komoditi Malaysia Datuk Seri Johari Gani mengatakan Indonesia dan Malaysia konsisten menjalin sinergi terkait pelaksanaan EUDR. Pemerintah Malaysia menilai untuk pengusaha besar bisa mematuhi EUDR tetapi petani kecil belum bisa mengikuti regulasi tersebut. Oleh karena itu pemerintah Malaysia tengah membantu petani kecil agar bisa tetap bisa menjual sawit sesuai dengan regulasi yang ada. Saat ini ada sekitar 450 ribu petani sawit di Malaysia.
“Permasalahan inilah yang coba ditangani oleh pemerintah Malaysia dalam permasalahan petani kecil. Kita tidak bisa mengingkari hak mereka untuk menanam kelapa sawit, karena ini adalah pendapatan yang bisa mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan,” kata dia,
Dia mengatakan Malaysia dan Indonesia akan terus bersinergi untuk dalam mengantisipasi dampak EUDR. Menurut dia negara Uni Eropa juga harus memahami bahwa setiap negara memiliki ketentuan hukum masing-masing .
“Jadi yang kita perlukan, sepanjang bermanfaat bagi lingkungan, bermanfaat bagi agenda keberlanjutan, akan kita penuhi. Namun lebih dari itu, saya pikir kita harus sangat berhati-hati, karena kita juga diatur oleh hukum setiap negara,” tutur dia.
Editor: Arnoldus Kristianus
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






