Kamis, 14 Mei 2026

Tebu Brazil untuk Biofuel Sekaligus Dinginkan Iklim

Penulis : Antara
18 Apr 2011 | 15:03 WIB
BAGIKAN

JAKARTA - Tebu yang diproduksi menjadi biofuel untuk bahan bakar alternatif truk dan kendaraan bermotor di Brazil, memiliki efek manfaat ganda, yakni mendinginkan suhu udara setempat.

Namun, para peneliti mengingatkan bahwa itu bukan berarti menggantikan hutan Amazon atau tumbuhan alami lainnya dengan ladang tebu. Manfaat tersebut muncul saat tebu diperkenalkan kepada perladangan yang ada, menggantikan padang rumput atau ladang lain seperti kedelai.

”Tebu ditemukan semakin bermanfaat karena kemampuan memantulkan sinar matahari dan "berkeringat" embun dingin ke udara,” kata pemimpin peneliti Scott Loarie dari Institut Carnegie untuk Ilmu Pengetahuan.

”Tanaman tebu menyerap kadar air dari tanah dan melepaskan ke udara sebagai proses fotosintesis,” kata Loarie melalui telepon. Tanaman tebu terhitung efisien dalam proses embun dingin itu.

"Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa dengan tebu, kadar embun dingin dari tanaman itu lebih baik dibanding albedo (besar pantulan matahari)," katanya, berbicara dalam penelitian yang disiarkan melalui Internet di "Nature Climate Change".

Tebu digunakan sebagai bahan bakar alami yang memberi tenaga seperempat kendaraan bermotor di Brazil, secara bersamaan membantu mengurangi mengeluaran gas karbon dioksida ke atmosfer, yang mempengaruhi iklim global.

Brazil selama ini dianggap sukses mengembangkan energi terbarukan sebagai alternatif bahan bakar fosil yang memanaskan iklim. Sekitar 20 persen kebutuhan energi negara itu diperoleh dari energi terbarukan.

Pengembalian Karbon

Karena efisiensi tanaman penghasil gula itu dalam melepaskan kadar air dingin, hal tersebut juga menurunkan suhu udara setempat sebesar 0,93 derajat Celsius dibanding ladang lain atau padang rumput.

Penanaman tebu dinilai masih belum mendinginkan udara sebagaimana perladangan lain saat digunakan untuk menggantikan tanaman alami.

Para peneliti menemukan efek pemanasan lokal itu mencapai 1,55 derajat Celsius.

Satu kelebihan dari penanaman tebu untuk biofuel di Brazil ialah mempersingkat waktu pengembalian karbon atau "carbon payback time".

”Pengembalian itu merupakan cara untuk menghitung berapa lama untuk menghapus emisi karbon dioksida berlebih di atmosfer,” kata Loarie.

"Bila kami memangkas satu hektar hutan Amazon, seberapa besar karbon yang kami lepas ke atmosfer dan berapa lama yang kami butuhkan untuk menghilangkan karbon itu dari udara?" katanya.

"Berapa lama waktu yang kami butuhkan untuk mengembalikan keadaan, dengan mensubstitusi bahan bakar fosil dengan bahan bakar terbarukan yang akan kami tanamkan," lanjutnya.

Di beberapa tempat seperti hutan Amazon, katanya, waktu pengembalian karbon hingga 60 tahun. Tetapi waktu pengembalian karbon menjadi "hanya beberapa tahun saja" di kebanyakan wilayah Brazil, karena tebu merupakan bentuk energi yang produktif, katanya.

Ada peringatan dalam penggunaan tebu sebagai bahan bakar, bahkan di Brazil. Menumbuhkan tebu tidak menjawab permasalahan seperti berkurangnya keanekaragaman hayati atau kemungkinan kelangkaan air, dan belum tentu dapat diperluas ke wilayah "cerrado", atau padang rumput yang luas, di tengah negeri itu, tanpa irigasi.

Para ilmuwan menekankan bahwa manfaat tebu tergantung pada penanamannya di tanah yang sudah digunakan untuk pertanian, bukan lokasi yang dikonversi dari penanaman alami. (tk/ant)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 3 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 21 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 51 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 1 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia