Sabtu, 4 April 2026

Bank Mandiri Jaga LDR 85%

Penulis : Antara
26 Aug 2013 | 19:17 WIB
BAGIKAN

JAKARTA - PT Bank Mandiri Tbk akan menjaga rasio penyaluran kredit terhadap dana pihak ketiga (loan to deposit ratio/LDR) sebesar 85 persen.

"Kami masih menjaga di 85 persen menanggapi kebijakan Bank Indonesia yang baru-baru ini diterbitkan," kata Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri Sentot A Sentausa usai penundaan Rapat Kerja Komisi IX dengan Kementerian dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkait di Gedung DPR, Jakarta, Senin (26/8).

Namun, Sentot mengaku belum akan mengubah batas atas LDR tersebut hingga akhir tahun. "Belum tahu, kita lihat dulu permintaan kreditnya," katanya.

BI beberapa waktu lalu mengeluarkan kebijakan penurunan batas atas Giro Wajib Minimun-Loan to Deposit (GWM-LDR) dari 78-100 persen menjadi 78-92 persen.

Dia menjelaskan permintaan kredit Bank Mandiri sejauh ini masih lancar, meski terjadi krisis dan pelemahan rupiah. "Semua masih terkendali permintaan kredit masih besar," katanya.

Sentot menilai kondisi perekonomian nasional tengah menapaki titik keseimbangan (ekulibrium) baru. "Harus terus diwaspadai, jangan terlalu overacting (berlebihan), tetapi jangan pula underestimate (meremehkan). Saya masih belum melihat sesuatu yang terlalu mengkhawatirkan," katanya.

Sentot mengatakan rasio dana bermasalah (non-performing loan/NPL) juga masih terkendali. "NPL terkendali, semuanya oke, semuanya sehat dan masih terjaga," katanya.

Terkait Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dia mengatakan masih terjaga. Pada triwulan II-2013, Bank Mandiri menyalurkan kredit sebesar Rp 428,7 triliun atau tumbuh 22,3 persen dari Rp 350,4 triliun pada periode sama 2012.

Kenaikan penyaluran kredit tersebut dikontribusi terbesar dari segmen mikro yang mencapai 51,8 persen menjadi Rp23,9 triliun.

Sementara itu, kredit yang tersalurkan untuk segmen UMKM tumbuh sebesar 26,5 persen menjadi Rp 60,2 triliun pada triwulan II-2013 dibandingkan pada periode sama 2012 sebesar Rp 47,6 triliun.

Total limit kredit usaha rakyat (KUR) yang disalurkan hingga Juni 2013 mencapai Rp 12,2 triliun kepada lebih dari 237.600 nasabah.

Namun, LDR hanya memiliki selisih nominal 1,52 menjadi 84,95 persen pada triwulan II-2013 dibandingkan pada periode sama 2012 sebesar 83,43 persen.

NPL juga mengalami penurunan sebesar 0,08 persen menjadi 0,47 persen pada triwulan II 2013 dibandingkan pada periode sama 2012 sebesar 0,55 persen. (ID/tk/ant)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 28 menit yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 39 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 48 menit yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 1 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Business 2 jam yang lalu

Hemat Energi 40%, Industri Tekstil Mulai Adopsi Truk Listrik

Penggunaan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam merespons tantangan pasokan BBM di tengah dinamika geopolitik global.
International 2 jam yang lalu

WHO Kecam Serangan ke Fasilitas Kesehatan di Iran

WHO kecam serangan AS & Israel ke fasilitas kesehatan Iran. 4 juta orang mengungsi, risiko wabah penyakit kian mengancam Timur Tengah.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia