Jumat, 15 Mei 2026

Aktivitas Jasa Tiongkok Menyusut ke Posisi Terendah 6 Bulan

Penulis : Grace El Dora
5 Des 2022 | 09:22 WIB
BAGIKAN
Seorang wanita duduk di sebuah restoran di tepi sungai, menyusul wabah penyakit virus corona (Covid-19) di Shanghai, Tiongkok pada 6 September 2022. (Foto: REUTERS/Aly Song/Files)
Seorang wanita duduk di sebuah restoran di tepi sungai, menyusul wabah penyakit virus corona (Covid-19) di Shanghai, Tiongkok pada 6 September 2022. (Foto: REUTERS/Aly Song/Files)

BEIJING, investor.id – Aktivitas jasa Tiongkok menyusut ke posisi terendah enam bulan pada November, karena pelebaran langkah-langkah penahanan Covid-19 membebani permintaan dan operasi. Survei bisnis sektor swasta menunjukkan akan ada pukulan lebih lanjut terhadap pertumbuhan ekonomi.

Indeks manajer pembelian (PMI) layanan global Caixin/ S&P turun menjadi 46,7 dari 48,4, menandai kontraksi bulanan ketiga berturut-turut. Angka indeks 50 poin memisahkan pertumbuhan dari kontraksi setiap bulan.

Angka tersebut menggemakan data yang lemah dalam survei resmi yang lebih besar pada Rabu, yang menunjukkan aktivitas jasa turun ke posisi terendah tujuh bulan.

ADVERTISEMENT

Infeksi Covid-19 baru mencapai rekor tertinggi pada November. Analis di Nomura memperkirakan bahwa wilayah yang lockdown menyumbang sekitar seperempat dari produk domestik bruto (PDB) Tiongkok pada akhir bulan, mencekik konsumsi domestik, mengganggu rantai pasokan, dan bahkan memicu protes jalanan yang jarang terjadi di banyak kota.

“Sejak Oktober, dampak wabah Covid telah berdampak besar pada perekonomian, dan tantangan bagaimana menyeimbangkan pengendalian Covid dan pertumbuhan ekonomi sekali lagi menjadi masalah inti,” kata Wang Zhe, ekonom senior di Caixin Insight Group.

“Pasar sangat membutuhkan kebijakan untuk mempromosikan lapangan kerja dan menstabilkan permintaan domestik. Tiongkok harus mengoordinasikan kebijakan fiskal dan moneter lebih lanjut untuk memperluas permintaan domestik dan meningkatkan pendapatan bagian populasi yang lebih miskin,” tambah Wang.

Pelonggaran pembatasan anti virus di beberapa kota Tiongkok dalam beberapa hari terakhir telah ditanggapi dengan perasaan lega dan khawatir, karena ratusan juta orang menunggu perubahan kebijakan yang diharapkan setelah kerusuhan sosial yang meluas.

Sebagian besar analis percaya jalan menuju pembukaan kembali pada akhirnya akan panjang dan bergelombang, sembari memperingatkan lonjakan infeksi lebih lanjut pada musim dingin ini dapat membuat langkah-langkah diperketat lagi.

Perusahaan-perusahaan dalam survei Caixin/ S&P melaporkan penurunan terkuat dalam output dan pekerjaan baru selama enam bulan. Perusahaan juga terus memangkas staf karena kepercayaan terhadap prospek untuk 12 bulan ke depan turun ke level terendah dalam delapan bulan.

Tingkat kehilangan pekerjaan adalah yang tercepat terlihat sejak survei dimulai pada November 2005, menunjukkan ketegangan lebih lanjut di pasar tenaga kerja.

Salah satu titik terangnya adalah bisnis ekspor kembali tumbuh dari kontraksi di bulan Oktober, sebagian karena pelonggaran aturan perjalanan internasional.

Perusahaan juga terus menaikkan harga mereka, sementara inflasi biaya input melemah.

Pemerintah Tiongkok telah melunakkan pendiriannya pada langkah-langkah Covid-19 yang ketat, setelah protes meluas dengan beberapa kemudahan dalam kebijakan virus tentang persyaratan lockdown dan aturan karantina dalam perubahan nyata di beberapa tempat di kota-kota negara tersebut.

Karena harapan untuk pembukaan kembali Tiongkok meningkat, para ekonom dan analis mengatakan negara itu dapat meninggalkan pendekatan nol kasus Covid-19 paling cepat setelah pertemuan parlemen tahunan di musim semi tahun depan. Tetapi jalan pembukaan kembali akan bergelombang dalam jangka pendek.

PMI komposit Caixin/ S&P, yang mencakup aktivitas manufaktur dan jasa, turun menjadi 47,0 pada November dari 48,3 bulan sebelumnya. Ini didorong oleh penurunan output sektor manufaktur dan jasa.

PMI Caixin disusun oleh S&P Global dari tanggapan atas pertanyaan yang dikirim ke manajer pembelian di Tiongkok.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia