Jumat, 15 Mei 2026

RUPS Bank Neo Commerce (BBYB) Sepakati Peningkatan Modal Lewat Rights Issue

Penulis : Majalah Investor
23 Jul 2022 | 13:48 WIB
BAGIKAN
(Ki-Ka) Direktur Bisnis PT Bank Neo Commerce Tbk, Aditya Windarwo; Komisaris Utama Suprihadi,  Komisaris Tjandra Mindarta Gozali, Direktur Utama  Tjandra Gunawan dan Direktur Kepatuhan Ricko Irwanto berfoto bersama setelah  RUPS di  akarta, Kamis (21/7)
(Ki-Ka) Direktur Bisnis PT Bank Neo Commerce Tbk, Aditya Windarwo; Komisaris Utama Suprihadi, Komisaris Tjandra Mindarta Gozali, Direktur Utama Tjandra Gunawan dan Direktur Kepatuhan Ricko Irwanto berfoto bersama setelah RUPS di akarta, Kamis (21/7)

JAKARTA, investor.id - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) melakukan Penambahan Modal dengan Hak memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Dana hasil rights issue akan digunakan untuk peningkatan modal bank.

Jumlah saham yang akan diterbitkan sebanyak-banyaknya 5 miliar lembar saham. “Dana dari PMHMETD ini yang akan digunakan untuk memperkuat modal inti serta untuk modal kerja pengembangan Usaha Perseroan berupa penyaluran kredit dan kegiatan operasional perbankan lainnya,” ujar Direktur Utama PT Bank Neo Commerce Tbk, Tjandra Gunawan, Kamis (21/2/2022).

Tjandra Gunawan menambahkan, pada kesemparat RUPS tersebut, direksi menyampaikan laporan pertanggungjawabannya soal realisasi penggunaan dana penawaran umum IV dan V.

ADVERTISEMENT

Pada Penawaran Umum Terbatas (PUT) IV, BBYB berhasil menggalang dana sebesar Rp248,04 miliar. Sebagian dari dana tersebut telah dimanfaatkan untuk penyaluran kredit sebesar Rp186,53 miliar. “Untuk Kegiatan operasional perbankan sebesar Rp61,5 miliar.

Sedangkan dana Penawaran Umum Terbatas (PUT) V mencapai Rp2,5 triliun. Dana hasil bersih dari PUT V akan digunakan untuk penyaluran kredit, kegiatan operasional, pengembangan teknologi informasi, dan memperkuat rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM).

Realisasi dari penggunaan dana hasil bersih PUT V sampai dengan periode 30 Juni 2022 berupa penyaluran kredit sebesar Rp375,42 miliar. Alokasi untuk kegiatan operasional perbankan sebesar Rp451,3 miliar. Sedangkan alokasi untuk pengembangan teknologi informasi sebesar Rp69,33 miliar dan untuk memperkuat rasio KPMM sebesar Rp375,42 miliar.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia