Jumat, 15 Mei 2026

Bank Jago (ARTO) Laporkan Pemanfaatan Dana Rights Issue Rp 7,02 Triliun

Penulis : Zsazya Senorita
13 Jan 2023 | 20:44 WIB
BAGIKAN
Karyawan melintas di depan logo Bank Jago di Jakarta.  Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Karyawan melintas di depan logo Bank Jago di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, investor.id  - PT Bank Jago Tbk (ARTO) telah menggunakan Rp 7,02 triliun dana hasil penawaran umum terbatas (PUT) II yang menggunakan skema memberi Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Nilai tersebut, setara 99,62% dana rights issue yang diperoleh perseroan sebanyak Rp 7,05 triliun.

Dilihat dari penggunaanya, dana hasil HMETD II Bank Jago hingga 31 Desember 2022 tersebut, paling banyak dialokasikan untuk kredit konsumsi yakni sekitar Rp 3,7 triliun.

“Realisasi penggunaan dana, penyaluran kredit Rp 6,82 triliun, investasi infrastruktur TI (teknologi informasi) Rp 140,66 miliar, dan pengembangan sumber daya manusia Rp 60,38 miliar. Sisa dana hasil penawaran umum (HMETD II) Rp 9,94 miliar,” terang Direktur Kepatuhan Bank Jago Tjit Siat Fun dalam keterbukaan informasi, Jumat (13/1/2023).

Melesat 16,19%, Bank Jago (ARTO) Pimpin Rebound Saham Bank Digital

ADVERTISEMENT

Dana yang dipakai untuk pemberian kredit terbagi atas sektor industri pengolahan,  perdagangan besar dan eceran, hingga jasa penunjang perantara keuangan lainnya. Penggunaan dana rights issue terbesar disalurkan untuk kredit konsumsi Rp 3,7 triliun, disusul kredit industri perdagangan besar dan eceran Rp 2,77 triliun, serta kredit ke industri jasa penunjang perantara keuangan lainnya Rp 220,77 miliar.

Dalam laporan penggunaan dana yang diumumkan Bank Jago, jumlah akhir realisasi pemberian kredit untuk berbagai industri, telah sama dengan rencana penggunaan minimal dana rights issue. Dengan begitu, dana untuk pemberian kredit tidak tersisa atau terpakai seluruhnya Rp 6.822.360.199.728.

Selanjutnya penggunaan dana untuk investasi infrastruktur TI, juga habis terpakai sebesar Rp 140,66 miliar. Uang ini dipakai untuk pembelian laptop dan software termasuk  pengembangan software, sebagai bagian dari pengembangan teknologi sistem informasi.

Intip Kinerja Keuangan Kontraktor Tambang Nikel dan Batu Bara (HILL) yang Mau IPO

Dana hasil rights issue tertanggal efektif 24 Februari 2021 tersebut, juga dipakai untuk pengembangan sumber daya manusia sebesar Rp 60,38 miliar. Namun realisasi di bidang ini lebih kecil dari rencana penggunaan dana sehingga ada sisa Rp 9,94 miliar.

“Rincian penempatan sisa dana hasil penawaran umum Rp 9,94 miliar, instrumen keuangan Surat Berharga AC, institusi penyimpanan Pemerintah Indonesia (Depkeu), tingkat suku bunga 8,12%, jangka waktu Juni 2021 sampai Mei 2024,” jelas manajemen.

 

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia