Sabtu, 4 April 2026

Sahabat Kota Wisata Investasi Rp 1,4 Triliun Bangun Living World Kota Wisata

Penulis : Imam Mudzakir
26 Jan 2021 | 19:28 WIB
BAGIKAN
Sahabat Kota Wisata, mulai melakukan pembangunan (groundbreaking) Living World di Kota Wisata Cibubur
Sahabat Kota Wisata, mulai melakukan pembangunan (groundbreaking) Living World di Kota Wisata Cibubur

JAKARTA, investor.id -Kelompok usaha Sinar Mas Land (SML) bersama dengan Kawan Lama Group melalui anak usaha PT Sahabat Kota Wisata, mulai melakukan pembangunan (groundbreaking) Living World di Kota Wisata Cibubur. Proyek yang menelan investasi sebesar Rp1,4 triliun ini, diperkirakan bakal beroperasi pada kuartal II 2023 mendatang.

Pembangunan Living World ini ditandai dengan pemasangan tiang pancang pertama oleh Direktur Utama PT Sahabat Kota Wisata, Sugiyanto Wibawa, yang juga menjabat sebagai Business Development Director Kawan Lama Retail bersama Wakil Direktur Utama PT Sahabat Kota Wisata yang juga menjabat sebagai CEO Retail & Hospitality Sinar Mas Land, Alphonzus Widjaja.

Wakil Direktur Utama PT Sahabat Kota Wisata sekaligus CEO Retail & Hospitality Sinar Mas Land, Alphonzus Widjaja, mengungkapkan bahwa, pihaknya tetap berkomitmen melaksanakan pembangunan Living World Kota Wisata. Mal ini dapat membantu pergerakan ekonomi di Cibubur di masa pasca pandemi.

“Pembangunan Living World Kota Wisata tetap kami lakukan meski di masa pandemi karena komitmen kami untuk terus mengembangkan usaha retail di pusat perbelanjaan dan memberikan pengalaman serta pilihan yang lengkap bagi warga khususnya di Kota Wisata dan Legenda Wisata ataupun wilayah timur Jakarta, Cibubur, Bogor, dan sekitarnya,” kata Alphonzus Widjaja, dalam siaran pers, Selasa (26/1).

Advertisement
Sahabat Kota Wisata Investasi Rp 1,4 Triliun Bangun Living World Kota Wisata
Sahabat Kota Wisata, mulai melakukan pembangunan (groundbreaking) Living World di Kota Wisata Cibubur

Alphonzus Widjaja berharap, Living World Kota Wisata tidak hanya untuk mengembangkan bisnis usaha patungan antara Kawan Lama Group dan Sinar Mas Land tapi juga memberikan kontribusi yang baik untuk masyarakat dan pemerintah kota setempat dalam hal pembangunan dan pendapatan daerah serta penyerapan tenaga kerja.

Living World Kota Wisata Cibubur berdiri di atas lahan seluas 6 hektar dengan luas bangunan mal dan parking area sekitar 200.000  meter persegi. Diperkirakan Living World Kota WIsata Cibubur akan mulai beroperasi pada awal kuartal II 2023. Total investasi untuk pembangunan proyek shopping center tersebut mencapai Rp1,4 triliun.

Pembangunan Living World Kota Wisata merupakan bagian dari kerja sama kedua perusahaan yang telah ditandatangani pada Mei 2018. Kawan Lama Group dan Sinar Mas Land membentuk joint venture company bernama PT Sahabat Kota Wisata. Kedua perusahaan tetap berkomitmen untuk mengembangkan beberapa proyek mixed-use serta memaksimalkan penataan konsep permukiman, bisnis dan perdagangan, jasa, serta rekreasi di Indonesia.

Dengan positioning sebagai The Biggest Home Living, Lifestyle & Entertainment Mall, Living World Kota Wisata Cibubur akan menghadirkan toko lebih dari 400 unit serta 15 anchor/mini anchor dengan kekuatan diferensiasi tenant mix di anchor tenant berkonsep Flagship Home Living, Home Improvement & Lifestyle seperti Ace, Informa, dan lainnya dengan luas lebih dari 20.000 m2.

Selain itu, keunikan arsitektur bernuansa alam yang menyatu dengan konsep terbaru dari tenant restoran/kafe & entertainment dalam balutan konsep mal yang eco-friendly akan menjadi trendsetter baru di shopping center. Memiliki gross area lebih dari 200.000 m2 dengan commercial area lebih dari 80.000 m2, Living World Kota Wisata Cibubur akan menjadi mall terbesar dan terlengkap di suburb area timurnya Jakarta dan Bogor.

Saat ini memang perekonomian dan laju bisnis sedang mengalami kelesuan. Asosiasi Pemilik Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mencatat pada PSBB ketat yang pertama, tingkat kunjungan mal hanya 10% dari hari biasa. Tingkat okupansi pusat perbelanjaan pada 2020 secara nasional menjadi 70%-80% dibandingkan sebelum pandemi Covid-19 yang berada pada 80%-90%. Transaksi penjualan di pusat perbelanjaan hanya sekitar 40%.

Direktur Utama PT Sahabat Kota Wisata sekaligus Business Development Director Kawan Lama Retail, Sugiyanto Wibawa menyampaikan optimismenya bahwa dampak pandemi Covid-19 terhadap bisnis mal akan berangsur membaik dan pulih.

Di samping itu, pihaknya pun melakukan sejumlah strategi, salah satunya melalui pembangunan mal sebagai tempat bersosialisasi (hub) yang berdiri di kawasan permukiman. Dengan demikian, mal tidak berdiri sendiri karena pasarnya sudah tersedia dan masyarakat dapat mudah menjangkaunya.

“Karena itu, kami percaya diri untuk membangun Living World bersama Sinar Mas Land di Kota Wisata Cibubur, ditambah dukungan berbagai program pemerintah untuk pemulihan ekonomi nasional serta program vaksinasi Covid-19,” ujar Sugiyanto.

Kawan Lama Group merupakan kelompok usaha yang bergerak dalam sektor retail untuk perlengkapan rumah tangga, furnitur, gaya hidup serta food and beverage, industrial, property & services, dan bisnis online yang telah berpengalaman lebih dari 65 tahun.

Sinar Mas Land merupakan perusahaan Indonesia dengan pengalaman lebih dari 40 tahun yang telah sukses melakukan pengembangan properti mencakup perumahan, apartemen, pusat perbelanjaan, dan kawasan industri. Kedua perusahaan menyadari bahwa kondisi market saat ini lebih kompetitif, sehingga diharapkan melalui kerja sama ini Kawan Lama Group dan Sinar Mas Land dapat berkolaborasi untuk mengembangkan berbagai produk properti di wilayah strategis di seluruh Indonesia.

Kota Wisata Cibubur dipilih sebagai lokasi Living World pertama untuk township milik Sinar Mas Land dengan mempertimbangkan pasar yang besar dan terus mencatat pertumbuhan yang positif. Hal itu terlihat dari semakin meningkatnya jumlah residensial yang dikembangkan di kawasan tersebut serta makin meningkatnya keberadaan perumahan serta kawasan komersial di sekitar Kota Wisata.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Business 42 detik yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 12 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 21 menit yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 58 menit yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Business 1 jam yang lalu

Hemat Energi 40%, Industri Tekstil Mulai Adopsi Truk Listrik

Penggunaan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam merespons tantangan pasokan BBM di tengah dinamika geopolitik global.
International 2 jam yang lalu

WHO Kecam Serangan ke Fasilitas Kesehatan di Iran

WHO kecam serangan AS & Israel ke fasilitas kesehatan Iran. 4 juta orang mengungsi, risiko wabah penyakit kian mengancam Timur Tengah.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia