Jumat, 15 Mei 2026

Air Asia Sandang Status Unicorn

Penulis : Thresa Sandra Desfika
12 Okt 2021 | 12:00 WIB
BAGIKAN
Pesawat AirAsia tampak diparkir di landasan di Bandara Internasional Kuala Lumpur 2 di Sepang, Malaysia,  Foto: Mohd RASFAN / AFP
Pesawat AirAsia tampak diparkir di landasan di Bandara Internasional Kuala Lumpur 2 di Sepang, Malaysia, Foto: Mohd RASFAN / AFP

JAKARTA, investor.id - Transformasi Air Asia menjadi sebuah platform perjalanan dan gaya hidup berbasis data dan teknologi kini diakui sebagai salah satu dari tiga unicorn Asean yang berbasis di Malaysia bersama Carsome dan Edotco. Hal itu sebagaimana yang disampaikan dalam laporan Credit Suisse.

Laporan tersebut menyoroti bagaimana perubahan struktur dan perilaku akibat pandemi Covid-19 telah berdampak positif terhadap ekonomi digital dan mempercepat laju digitalisasi.

CEO AirAsia Group Tony Fernandes mengatakan, hal ini sekaligus menjadi pengakuan terhadap strategi Air Asia untuk menjadi lebih dari sekadar maskapai penerbangan di era digital tidak hanya berada di jalur yang benar, tetapi juga memungkinkan Air Asia untuk memegang peranan penting sebagai pemain utama di sektor e-commerce dan pengiriman di Asean.

“Dengan nilai valuasi lebih dari US$ 1 miliar, bisnis digital kami kini telah menyandang status unicorn dalam waktu yang terbilang singkat atau kurang dari dua tahun sejak kami mempercepat proses transformasi bisnis di luar maskapai penerbangan selama periode penurunan yang disebabkan oleh pandemi," kata Tony Fernandes dalam pernyataan resmi, Selasa (12/10).

ADVERTISEMENT
Air Asia Sandang Status Unicorn
Tony Fernandes. (Foto: Mohd RASFAN / AFP )

Dia mengungkapkan, Air Asia kini tidak lagi hanya dikenal sebagai maskapai penerbangan. Air Asia sekarang adalah sebuah grup layanan digital. Meskipun akar Air Asia berada di industri penerbangan, namun kini Air Asia telah tumbuh semakin besar dengan menciptakan superapp Air Asia sendiri yang memiliki lebih dari 15 jenis layanan untuk perjalanan dan gaya hidup yang beragam dan saling berkaitan satu sama lain, serta layanan edutech Air Asia yang sedang berkembang pesat, yakni Air Asia Academy.

"Kami juga memiliki layanan kargo dan logistik yang bernama Teleport, serta layanan keuangan digital BigPay yang menjadi solusi satu atap untuk kebutuhan keuangan dan bersiap menjadi bank virtual pertama di Asean," ungkap Tony.

“Di lini bisnis penerbangan, kami mempunyai jaringan waralaba restoran dan makanan bernama Santan, dan sebuah perusahaan enjiniring bernama Asia Digital Engineering (ADE) yang akan mentransformasi layanan pemeliharaan, perbaikan, dan pemeriksaan (MRO) secara menyeluruh di kawasan ini. Kami juga memiliki layanan darat (ground services operations) terkemuka yang bernama GTR. Semua lini bisnis tersebut tumbuh semakin kuat di era digital," papar Tony.

Sejak awal, jelas dia, Air Asia selalu berkomitmen untuk menjadi sebuah perusahaan digital. Air Asia merupakan maskapai pertama di Asean yang menjual tiket penerbangan secara online dan yang pertama menangani pembayaran secara digital untuk jutaan pelanggan online sejak 20 tahun yang lalu.

“Transformasi besar kami dimulai sejak lebih dari dua tahun lalu, sebelum Covid melanda, ketika saya menyadari bahwa kami memiliki aset besar pada brand kami, data kami, dan karyawan kami. Pandemi telah memberikan dampak positif dengan mendorong percepatan rencana transformasi kami, dan peluang untuk ini sangat besar, dengan penduduk Asia Tenggara yang berjumlah lebih dari 700 juta orang dan merupakan salah satu populasi digital dengan pertumbuhan tercepat," sebut dia.

Tony mengatakan, Air Asia telah menghubungkan Asean sejak awal kehadirannya dan akan terus melakukannya. Kini Air Asia telah menjadi sebuah perusahaan pengiriman, menghubungkan orang dengan orang, menghubungkan beragam destinasi dan mengirimkan paket, layanan fintech, dan bahkan edutech.

"Tujuan kami adalah menjadi sebuah perusahaan distribusi digital paling populer, menguntungkan, dan berbiaya paling rendah di Asia Tenggara," sebut dia.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 19 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia