Jumat, 15 Mei 2026

Transformasi Industri Gula, PTPN III dan RNI Kerja Sama Pengembangan Lahan Tebu

Penulis : Investor Daily
29 Okt 2021 | 22:31 WIB
BAGIKAN
Pekerja mengangkut tebu untuk diolah menjadi gula
Pekerja mengangkut tebu untuk diolah menjadi gula

JAKARTA, investor.id -- Sebagai upaya transformasi industri gula nasional, Holding Perkebunan Nusantara PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN III bersama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI sepakat melakukan kerja sama pengembangan lahan tebu di sejumlah wilayah operasional RNI Group dan PTPN Group. Kerja sama RNI dan PTPN III diwujudkan melalui kesepakatan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada 28 Oktober 2021 di Kantor PTPN III Holding, Jakarta.

Pengembangan lahan tebu kerja sama PTPN III dan RNI ini di antaranya berlokasi di perkebunan milik anak perusahaan PTPN III di wilayah Kabupaten Subang–Jawa Barat, Kabupaten Ngawi serta Malang–Jawa Timur, dengan potensi pengembangan seluas lebih dari 4.000 hektare.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Mohammad Abdul Ghani mengatakan, PTPN sebagai BUMN yang berperan dalam menjaga ketahanan pangan (food security), memiliki tanggung jawab dalam mengimplementasikan salah satu dari 88 program prioritas strategis yang dicanangkan Kementerian BUMN, yaitu mewujudkan swasembada gula konsumsi.

“Tanggung jawab kami dalam Klaster Perkebunan adalah menjaga ketahanan pangan nasional (food security) dan mewujudkan swasembada gula konsumsi, meningkatkan produktivitas tebu, serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani,” ujar Ghani dalam keterangan tertulis.

ADVERTISEMENT

Melalui sinergi antara PTPN III dan PT RNI ini, lanjut Ghani, maka diharapkan akan terbangun komitmen dan kekuatan sehingga tujuan dari peran masing-masing perusahaan dalam Klaster Perkebunan dan Klaster Pangan dapat segera terwujud.

Ghani mengharapkan dukungan dan kerja sama dari semua pihak dalam merealisasikan kerja sama ini. “Kami mengharapkan dukungan dan kerja sama dari semua pihak, yaitu PT RNI, PTPN VI dan PTPN VIII, untuk dapat terus bersinergi sehingga tujuan kerja sama sesuai ruang lingkup nota kesepahaman ini dapat terlaksana dan diimplementasikan,” tutur Ghani.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT RNI (Persero), Arief Prasetyo Adi mengatakan, kerja sama ini sejalan dengan arahan Menteri BUMN Erick Thohir untuk terus melakukan transformasi ekosistem pangan dan pada kesempatan ini komoditas gula sebagai bagian dari transformasi industri gula nasional.

“Sinergi ini wujud transformasi pangan pada komoditas gula, melalui optimalisasi lahan tebu dan peningkatan peran petani tebu rakyat sebagai bagian dari transformasi gula nasional.” Jelas Arief.

Arief melanjutkan, peningkatan peran petani tebu rakyat pun juga sejalan dengan keinginan Menteri Erick untuk menjadikan petani sebagai subject dalam mewujudkan transformasi pangan.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia