Jumat, 15 Mei 2026

Joko Widodo: Presidensi G20 Jadi Ajang Indonesia Ikut Berkontribusi bagi Pemulihan Ekonomi Dunia

Penulis : Arnoldus Kristianus
1 Des 2021 | 23:59 WIB
BAGIKAN
(kiri ke kanan) Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wakil Ketua BPK Agus Joko Pramono, Wakil Ketua DPR Lodewijk F Paulus, Menkominfo Johnny G Plate, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Chair Business 20 Shinta Widjaja Kamdani dan Co Chair Youth 20 Michael Victor Sianipar, membuka secara resmi Presidensi G20 Indonesia 2022 di Jakarta, Rabu (1/12/2021). Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao
(kiri ke kanan) Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wakil Ketua BPK Agus Joko Pramono, Wakil Ketua DPR Lodewijk F Paulus, Menkominfo Johnny G Plate, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Chair Business 20 Shinta Widjaja Kamdani dan Co Chair Youth 20 Michael Victor Sianipar, membuka secara resmi Presidensi G20 Indonesia 2022 di Jakarta, Rabu (1/12/2021). Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

JAKARTA, investor.id - Indonesia resmi menjadi Presidensi G20 pada Rabu (1/12/2021) hal ini menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk berkontribusi lebih  besar bagi pemulihan ekonomi global, dengan partisipasi aktif membangun tata kelola dunia. Indonesia mengusung tema Recover Together, Recover Stronger.

“Kepercayaan ini adalah kesempatan bagi Indonesia untuk berkontribusi lebih besar bagi pemulihan ekonomi dunia untuk membangun tata kelola dunia yang lebih sehat, adil, dan berkelanjutan,” ucap Presiden Joko Widodo dalam Opening Ceremony Presidensi G20 Indonesia di Lapangan Banteng, Jakarta pada Rabu (1/12).

Pada Presidensi G20 akan fokus untuk mengerjakan 3 hal  yaitu  penanganan kesehatan yang inklusif, transformasi berbasis digital,  dan transisi menuju energi berkelanjutan.

Joko Widodo: Presidensi G20 Jadi Ajang Indonesia Ikut Berkontribusi bagi Pemulihan Ekonomi Dunia
(kiri ke kanan) Wakil Ketua BPK Agus Joko Pramono, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Chair Business 20 Shinta Widjaja Kamdani dan Co Chair Youth 20 Michael Victor Sianipar menghadiri Opening Ceremony Presidensi G20 Indonesia 2022 di Jakarta, Rabu (1/12/2021). Presidensi G20 Indonesia dimulai pada 1 Desember 2021 hingga 30 November 2022 dengan mengusung tema Recover Together, Recover Stronger. Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Presiden mengatakan  Indonesia mendorong negara-negara G20 untuk melakukan aksi-aksi nyata. Dalam hal ini  Indonesia akan terus mendorong negara-negara G20 menghasilkan terobosan-terobosan besar.  Indonesia akan terus mendorong negara-negara G20 membangun kolaborasi dan menggalang kekuatan untuk memastikan masyarakat dunia dapat merasakan dampak positif dari kerja sama ini.

ADVERTISEMENT

“Presidensi Indonesia juga akan digunakan untuk memperjuangkan aspirasi dan kepentingan negara-negara berkembang,” ucapnya.

Joko Widodo: Presidensi G20 Jadi Ajang Indonesia Ikut Berkontribusi bagi Pemulihan Ekonomi Dunia
(kiri ke kanan) Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wakil Ketua BPK Agus Joko Pramono, Wakil Ketua DPR Lodewijk F Paulus, Menkominfo Johnny G Plate, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Chair Business 20 Shinta Widjaja Kamdani dan Co Chair Youth 20 Michael Victor Sianipar, membuka secara resmi Presidensi G20 Indonesia 2022 di Jakarta, Rabu (1/12/2021). Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Dia menuturkan Indonesia berusaha membangun tata kelola dunia yang lebih adil. Indonesia berupaya memperkuat solidaritas dunia mengatasi perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan dan menggalang komitmen negara maju membantu negara berkembang.

“Indonesia berupaya keras untuk menghasilkan inisiatif-inisiatif konkrit untuk mendorong pemulihan situasi global agar segera pulih dan menjadi kuat,” ucap Joko Widodo.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, selaku Ketua I Bidang Sherpa  Track  Presidensi  G20  Indonesia mengatakan  dengan menjadi presidensi G20 Indonesia memiliki peran penting dan strategis terutama menentukan arah pembahasan kebijakan secara global terutama di masa masa pemulihan ekonomi global setelah hampir 2 tahun dunia terdapat akibat pandemi Covid -19.

Joko Widodo: Presidensi G20 Jadi Ajang Indonesia Ikut Berkontribusi bagi Pemulihan Ekonomi Dunia
(kiri ke kanan) Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wakil Ketua BPK Agus Joko Pramono, Wakil Ketua DPR Lodewijk F Paulus, Menkominfo Johnny G Plate, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Chair Business 20 Shinta Widjaja Kamdani dan Co Chair Youth 20 Michael Victor Sianipar menghadiri Opening Ceremony Presidensi G20 Indonesia 2022 di Jakarta, Rabu (1/12/2021). Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

“Presidensi  G20  Indonesia  bertujuan  agar dunia  dapat  keluar  dari  krisis  dengan  lebih  baik  dan  lebih  tangguh.  Hal  ini  tentunya  membutuhkan transformasi cara kerja global, perubahan pola pikir dan  model  bisnis,  pemanfaatan setiap kesempatan di tengah pandemi untuk menghasilkan terobosan baru,”  ucap Airlangga.

Dalam Presidensi ini, G20 perlu memfokuskan pada penguatan sistem multilateralisme dan kemitraan  global  yang  efektif,  guna  memastikan  perekonomian  dunia  tetap  terbuka,  adil,  saling menguntungkan, dan menjamin tidak ada satupun yang tertinggal, khususnya  kelompok miskin dan rentan.

Indonesia akan menggunakan Presidensi G20 untuk memperjuangkan aspirasi dan  kepentingan negara-negara berkembang, sehingga dapat tercipta tata kelola dunia yang lebih adil.  Utamanya  untuk  memperkuat  solidaritas  dunia  dalam  mengatasi  ancaman  perubahan  iklim dan mendorong pembangunan berkelanjutan.

Joko Widodo: Presidensi G20 Jadi Ajang Indonesia Ikut Berkontribusi bagi Pemulihan Ekonomi Dunia
(kiri ke kanan) Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wakil Ketua BPK Agus Joko Pramono, Wakil Ketua DPR Lodewijk F Paulus, Menkominfo Johnny G Plate, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Chair Business 20 Shinta Widjaja Kamdani dan Co Chair Youth 20 Michael Victor Sianipar menghitung mundur saat Opening Ceremony Presidensi G20 Indonesia 2022 di Jakarta, Rabu (1/12/2021). Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

“Dalam Presidensi G20 Indonesia dapat membuat dan mendorong aksi nyata dari negara-negara G20 dengan menghasilkan terobosan-terobosan penting bagi pemulihan ekonomi global dengan berkolaborasi dengan negara lain,” ucapnya.

Airlangga mengatakan dalam gelaran Presidensi G20 akan ada  150 pertemuan yang akan digelar di 19 kota dan 18.000 lebih delegasi yang akan hadir. Dengan pelaksanaan acara tersebut akan membantu penciptaan sekitar 33.000 lapangan kerja meningkatkan konsumsi domestik sebesar Rp 1,7 triliun meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar Rp 7,4 triliun dan manfaat total dua kali lebih besar dari penyelenggaraan Asian Games di tahun 2018 yang lalu.

“Indonesia juga mengemban tugas mulia membawa dunia ke arah lebih baik lebih Lestari lebih damai dan saling bekerja sama. Indonesia pulihkan dunia kita juga harus dapat pulih bersama menjadi kuat recover together, recover stronger,” ucapnya. 

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia