Jumat, 15 Mei 2026

2022, Angkasa Pura I Optimistis Bisa Pulih

Penulis : Thresa Sandra Desfika
9 Des 2021 | 10:24 WIB
BAGIKAN

JAKARTA, investor.id - PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I optimistis bisa pulih pada tahun 2022 yang ditandai arus kas kembali positif Rp 1,15 triliun. Selain itu, AP I menargetkan perolehan earning before interest, taxes, depreciation, and amortization (EBITDA) positif pada tahun depan menjadi Rp 1,56 triliun.

Tahun ini AP I mengestimasi arus kas operasi minus Rp 1,1 triliun dan EBITDA minus Rp 297 miliar.

Direktur Utama AP I Faik Fahmi menjelaskan, AP I mengalami tekanan akibat penurunan pergerakan penumpang dan pesawat dampak pandemi Covid-19. Selain itu, AP I juga menanggung beban utang besar karena untuk mengatasi masalah kekurangan kapasitas di sejumlah bandara. Namun, mulai Januari 2022, AP I menjalankan program restrukturisasi sehingga diharapkan dapat membantu pemulihan kinerja.

"Insya Allah di tahun 2022 performa dari AP I sudah mulai recovery yang ditunjukkan dengan arus kas positif dan EBITDA juga sudah mulai positif. Program penyehatan ini kita lagi finalisasi diharapkan Januari sudah siap atau jalan," ujar Faik dalam konferensi pers secara virtual pada Rabu (8/12).

ADVERTISEMENT

Menurut Faik, program restrukturisasi yang tengah disiapkan menyasar lima aspek, yakni restrukturisasi finansial, restrukturisasi operasional, penjaminan dan fund rising, transformasi bisnis, serta optimalisasi aset.

Dia menjelaskan, dari sisi restrukturisasi keuangan, AP I akan melakukan restruktuisasi terhadap utang dan pokok, relaksasi dan restitusi pajak, liquidity management, dan penundaan penyelesaian proyek terminal Bandara Sultan Hasanuddin (Makassar).

Dari sisi restukturisasi operasional, jelas Faik, AP I bakal menerapkan manajemen operasional berbasis traffic tanpa mengurangi aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan. Selain itu, kata dia, juga akan dilakukan simplifikasi organisasi.

Lewat restrukturisasi, jelas Faik, AP I tahun depan membidik pendapatan Rp 4,86 triliun atau lebih tinggi dari estimasi tahun ini senilai Rp 3,2 triliun. Meski tahun depan diperkirakan tetap rugi Rp 601 miliar, namun jumlah itu jauh menciut dibandingkan perkiraan kerugian tahun 2021 yang ditaksir tembus Rp 3,24 triliun.

"Positifnya adalah EBITDA bisa positif 1,5 triliun (tahun 2022) dengan arus kas operasi yang akan sudah positif sekitar Rp 1,15 triliun (tahun 2022)," papar Faik.

Selain itu, Faik menegaskan bahwa jumlah utang berbunga AP I hingga November 2021 senilai Rp 28 triliun. Jumlah itu lebih kecil dari yang disebut-sebut  mencapai Rp 35 triliun.

"Kondisi Angkasa Pura I tidak seburuk dari yang diberitakan. Memang kami utang kepada kreditur dan investor sampai dengan November 2021 itu sebesar Rp 28 triliun. Jadi bukan Rp 35 triliun tapi Rp 28 triliun," kata Faik.

Namun demikian, dia mengakui, terdapat sejumlah kewajiban lainnya, seperti kepada karyawan dan supplier yang mencapai Rp 4,7 triliun sehingga total kewajiban AP I senilai Rp 32,7 triliun.

"Akan tetapi, kewajiban kami kepada kreditur dan investor itu sekitar Rp 28 triliun per November 2021," tegas Faik.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia