Sabtu, 4 April 2026

Pasokan Batu Bara Meningkat, BSML Tbk Tambah 5 Armada Kapal

Penulis : Imam Suhartadi
24 Des 2021 | 08:09 WIB
BAGIKAN
PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML Tbk) memperkuat layanan bisnisnya dengan menambah 5 armada kapal
PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML Tbk) memperkuat layanan bisnisnya dengan menambah 5 armada kapal

JAKARTA, investor.id  – Sukses dalam debut perdana initial public offering (IPO), PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML Tbk) memperkuat layanan bisnisnya dengan menambah jumlah armada kapal. Pada Rabu, (22/12), PT BSML resmi bekerja sama dengan PT Meratus Advance Maritim dengan diselenggarakannya penandatanganan nota kesepahaman kerjasama penyewaan kapal. 

Menurut Presiden Direktur BSML Tbk, David Desanan  Anan Winowod, perjanjian kerjasama ini merupakan kolaborasi yang dapat meningkatkan peluang pasar yang lebih luas bagi kedua belah pihak. “Sinergi ini sangat baik untuk para pihak dalam rangka meningkatkan peluang pasar yang lebih luas dan besar. Sehingga market pasar yang belum tersentuh oleh pihak PT Meratus Advance Maritim dapat terlayani melalui kerjasama ini,” Jelasnya dalam keterangan tertulis. 

Sebelum terjalinnya kerjasama ini, PT BSML Tbk memiliki 9 armada kapal dalam layanan jasa angkutannya yang beroperasi di Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi. Strategi penambahan 5 armada kapal pada jasa angkut BSML merupakan ekspansi bisnis guna memenuhi permintaan pengangkutan volume pasukan batubara yang terus meningkat. 

Senada dengan itu, Direktur Marketing BSML Tbk, Yandi Tjendana menyampaikan kerjasama BSML Tbk dengan PT Meratus Advance Maritim selaku perusahaan transportasi yang memiliki Tongkang akan menjadi mitra strategis yang potensial.

Advertisement

 “PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk telah menjalin kerjasama dengan mitra strategis yang potensial yaitu PT Meratus Advance Maritim. Kerjasama tersebut dalam bentuk ekspansi pasar kedepannya. Penambahan armada sebanyak 5 set Tug dan Barge agar volume pasokan batubara dapat meningkat,” menurutnya dalam keterangan tertulis.

Kegiatan usaha BSML Tbk sebagai perusahaan jasa angkut moda laut meliputi jasa pengangkutan barang khusus seperti barang tambang, barang konstruksi, alat berat, barang-barang pertanian, layanan pelayaran seperti persewaan kapal, jasa floating storage kargo, transhipment, hingga jasa layanan pengurusan dokumen pelayaran dan kapal (agency).

Sebagai perusahaan jasa angkutan moda laut dalam negeri yang melayani rute pelayaran dan pengangkutan barang antar pelabuhan, penambahan jumlah armada merupakan langkah  BSML Tbk dalam berekspansi sebagai perusahaan sea service yang go public. 

Editor: Imam Suhartadi

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 8 menit yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 19 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 28 menit yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 1 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Business 1 jam yang lalu

Hemat Energi 40%, Industri Tekstil Mulai Adopsi Truk Listrik

Penggunaan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam merespons tantangan pasokan BBM di tengah dinamika geopolitik global.
International 2 jam yang lalu

WHO Kecam Serangan ke Fasilitas Kesehatan di Iran

WHO kecam serangan AS & Israel ke fasilitas kesehatan Iran. 4 juta orang mengungsi, risiko wabah penyakit kian mengancam Timur Tengah.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia