Sabtu, 4 April 2026

Stop Impor Solar dan Avtur, Dirut Pertamina: Achievement yang Luar Biasa

Penulis : Primus Dorimulu / Euis Rita Hartati
10 Jan 2022 | 12:49 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati (kiri) dan Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Djoko Priyono (kanan). Foto: Primus Dorimulu.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati (kiri) dan Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Djoko Priyono (kanan). Foto: Primus Dorimulu.

BALIKPAPAN, investor.id – Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan, sejak April 2019, Indonesia sudah tidak lagi mengimpor solar dan avtur. Hal ini adalah achievement yang luar biasa.

“Indonesia sudah tidak lagi mengimpor solar, padahal ini adalah barang subsidi. Biasanya, barang subsidi seperti solar luar biasa (impornya). Namun, kini kita sudah tidak impor, semuanya sudah diproduksi di kilang kita,” kata Nicke dalam acara focus group discussion (FGD) dan kunjungan pimpinan redaksi media nasional di Balikpapan, Sabtu (8/1/2022).

Pada kesempatan itu, dia juga ingin menyampaikan optimisme kepada seluruh masyarakat, khususnya pada milenial, untuk kembali menekuni teknologi. “Sekarang, sepertinya jarang anak muda yang menekuni teknologi, padahal kalau Indonesia mau neraca perdagangannya positif dari sisi energi, teknologi jawabannya. Ajak mereka kembali ke zaman Pak (Presiden) Soekarno dulu,” jelasnya.

Advertisement

Pertamina, lanjut Nicke, meningkatkan produksi kilang maupun hulu secara konsisten. Selain itu, membangun industri petrochemical, karena akan menjadi salah satu pilar bisnis utama Pertamina ke depan. “Di hulu masif dan agresif kami lakukan, sehingga produksi meningkat. Di kilang kami lakukan perbaikan kualitasnya, sehingga produksinya sesuai dengan standar internasional dan kita tambah kapasitasnya,” tandasnya.

Stop Impor Solar dan Avtur, Dirut Pertamina: Achievement yang Luar Biasa
Proyek Kilang Pertamina. Foto: Pertamina

Pertamina memastikan seluruh proyek kilang yang meliputi peningkatan kapasitas produksi BBM dan integrasi petrokimia terhadap kilang existing akan rampung tahun 2026, atau paling lambat 2027. Nilai investasi proyek mencapai US$ 43 miliar, dengan 40% pendanaan berasal dari equity.

Stop Impor Solar dan Avtur, Dirut Pertamina: Achievement yang Luar Biasa
Proyek Kilang Pertamina.

“Pada 2023 kapasitas kilang BBM kita akan bertambah, ditandai dengan onstream-nya (produksi) revamping unit pada proyek RDMP (Refinery Development Master Plan) Kilang Balikpapan pada Oktober 2023. Kalau proyek kilang seluruhnya selesai sekitar 2026. Paling lama ada di proyek Kilang Tuban, karena membangun baru refinery serta petrochemical dalam satu area,” jelas Nicke.

Lebih lanjut Nicke menjelaskan, progres pembangunan kilang Pertamina, baik itu RDMP maupun GRR Tuban hingga saat ini tetap sesuai penugasan dalam mengembangkan dan membangun kilang minyak dan petrokimia di Indonesia. Secara umum, progres pembangunan kilang telah menunjukkan progres yang positif serta telah tercapai milestone penting. Itulah sebabnya, BUMN tersebut optimistis proyek kilang dapat selesai sesuai waktu yang telah ditetapkan.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


InveStory 8 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 17 menit yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 54 menit yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Business 1 jam yang lalu

Hemat Energi 40%, Industri Tekstil Mulai Adopsi Truk Listrik

Penggunaan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam merespons tantangan pasokan BBM di tengah dinamika geopolitik global.
International 2 jam yang lalu

WHO Kecam Serangan ke Fasilitas Kesehatan di Iran

WHO kecam serangan AS & Israel ke fasilitas kesehatan Iran. 4 juta orang mengungsi, risiko wabah penyakit kian mengancam Timur Tengah.
Business 2 jam yang lalu

Green SM Dapat Dukungan Pembiayaan BCA Rp600 M

Fasilitas pembiayaan dari BCA ditujukan memperkuat kesiapan operasional serta menjaga keberlanjutan layanan Green SM di sejumlah kota.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia