Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Proyek Kilang Pertamina.

Proyek Kilang Pertamina.

Kilang Pertamina Serap Puluhan Ribu Pekerja

Senin, 10 Januari 2022 | 13:20 WIB
Primus Dorimulu (primus@investor.co.id) ,Euis Rita Hartati (erita_h@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Pertamina (Persero) memastikan seluruh proyek kilang yang meliputi peningkatan kapasitas produksi BBM dan integrasi petrokimia terhadap kilang existing akan rampung tahun 2026, atau paling lambat 2027. Nilai investasi proyek mencapai US$ 43 miliar, dengan 40% pendanaan berasal dari equity.

Dengan adanya proyek kilang Pertamina, tercatat sudah ada dana Rp 8,4 triliun yang berputar di dalam negeri. “Selain itu, telah menyerap 10 ribu tenaga kerja hingga saat ini dan nantinya mencapai 19.500 orang,” kata Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati dalam acara focus group discussion (FGD) dan kunjungan pimpinan redaksi media nasional di Balikpapan, Sabtu (8/1/2022).

Ia menuturkan, saat ini, proyek RDMP Balongan tengah progres pengerjaan proyek Engineering, Procurement, and Construction (EPC). Pengerjaannya sudah mencapai 53,39% dan ditargetkan selesai serta berproduksi di April 2022.

Baca jugaStop Impor Solar dan Avtur, Dirut Pertamina: Achievement yang Luar Biasa

Kemudian, lanjut dia, pada proyek RDMP Balikpapan, kapasitasnya akan ditingkatkan dari saat ini sekitar 260 ribu bph menjadi 350 ribu bph. Selain itu, untuk meningkatkan kualitas produk dari Euro 2 menjadi Euro 5.

“Progres EPC-nya mencapai 47%, jumlah pekerja mencapai 9.000 pekerja. Ditargetkan selesai secara bertahap, dimulai dengan onstream-nya revamping unit pada Oktober 2023. Disusul yang onstream-nya RFCC complex yang mengonversi buttom product menjadi product gasoline dan petrokimia pada Maret 2024, lalu unit gasline block pada November 2024,” paparnya.

Kemudian untuk proyek RDMP Cilacap, RDMP Plaju, dan RDMP Dumai akan meningkatkan kapasitas kilang. Sementara itu, untuk kilang Grass Root Refinery (GRR) Tuban tengah pengerjaan Front End Engineering and Design (FEED) dan ditargetkan berproduksi 2026. Ini merupakan pembangunan kilang baru yang terintegrasi dengan petrokimia.

Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati dalam acara kunjungan pimpinan redaksi media nasional di Balikpapan, Sabtu (8/1/2022).
Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati dalam acara kunjungan pimpinan redaksi media nasional di Balikpapan, Sabtu (8/1/2022).

“Kapasitas pengolahan mencapai 300 ribu bph. Untuk mengerjakan proyek ini, Pertamina bekerja sama dengan perusahaan Rosneft membentuk joint venture, yakni PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia. Proyek GRR Tuban saat ini dalam proses pekerjaan Front and Enginering Design (FED),” paparnya.

Baca juga: Investasi US$ 43 Miliar, Proyek Kilang Pertamina Rampung 2027

Nicke mengakui adanya pandemi Covid-19 sedikit menghambat pekerjaan di lapangan. Hal itu terjadi karena sejumlah negara memberlakukan lockdown, sehingga menghambat proses pengiriman barang, khususnya dari Eropa. Namun, di dalam negeri, Pertamina terus mengerjakan proyek tersebut siang dan malam, sehingga dia optimistis proyek akan dapat diselesaikan sesuai target waktu yang ditetapkan.

Proyek Kilang Pertamina.
Proyek Kilang Pertamina.

“Harus optimistis bisa tercapai, kita sekarang bisa lihat progresnya. Karena kalau kita bicara itu (hal yang mengkhawatirkan), maka yang akan dibahas adalah masalahnya. Jadi, lebih baik kita bicara optimisme, dan kita tunjukkan bahwa optimisme itu ada dasarnya,” papar Nicke.

Menurut Nicke, semua perencanaan sudah ada. Jadi, tinggal bagaimana keberanian untuk melakukan eksekusi dan dukungan dari semua pihak agar rencana tersebut dapat dijalankan.

Baca juga: Pertamina Capai 9 Milestone di Proyek Pengembangan Kilang Balikpapan

Sementara itu, data Pertamina mencatat, permintaan produk BBM akan cenderung naik hingga 2030 mencapai total 1,5 juta bph, dengan asumsi permintan produk BBM seperti bensin, gasoil dan avtur meningkat sekitar 3% per tahun. Sementara itu, kilang existing hanya mampu memproduksi sekitar 729 ribu bph.

Untuk permintaan produk petrokimia akan cenderung naik hingga 2030 mencapai total 7.646 ribu ton per tahun (tpa). Sementara itu, kilang existing hanya mampu memproduksi sekitar 1.660 ribu tpa. Produk petrokimia itu antara lain polypropylene, polyethylene, paraxylene, dan benzene. Produk ini diproyeksikan permintaannya naik sekitar 5% per tahun.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN