Kamis, 14 Mei 2026

Presiden Jokowi Resmikan PLTA Peaker Terbesar di Indonesia

Penulis : Novy Lumanauw
25 Feb 2022 | 10:32 WIB
BAGIKAN
Presiden Jokowi meresmikan PLTA peaker berkapasitas total 515 MW yang dikelola  PT Poso Energy dan PLTA Malea Energy 90 MW di  Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah, Jumat (25/2/2022). Sumber: BSTV
Presiden Jokowi meresmikan PLTA peaker berkapasitas total 515 MW yang dikelola PT Poso Energy dan PLTA Malea Energy 90 MW di Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah, Jumat (25/2/2022). Sumber: BSTV

POSO, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) peaker berkapasitas total 515 megawatt (MW)  yang dikelola  PT Poso Energy dan PLTA Malea Energy 90 MW di  Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah, Jumat (25/2/2022).  

Peran PLTA Poso sebagai pembangkit peaker didukung oleh live storage  yang cukup besar yaitu Danau Poso,  regulating dam yang dapat  mengatur debit keluaran tampungan Danau Poso, dan mampu beroperasi dalam  kapasitas penuh pada jam puncak sepanjang tahun.

“Dan, dengan mengucap Bismillah hirohman nirohim, saya resmikan PLTA Poso Energi 515 MW di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah dan PLTA Malea 90MW di Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan,” kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi Resmikan PLTA Peaker Terbesar di Indonesia
Presiden Jokowi meresmikan PLTA peaker berkapasitas total 515 MW yang dikelola PT Poso Energy dan PLTA Malea Energy 90 MW di Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah, Jumat (25/2/2022). Sumber: BSTV
ADVERTISEMENT

Hadir dalam acara peresmian, diantaranya Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Menteri ESDM Arifin Tasrif, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah Rusdy Mastura, dan Bupati Poso Verna GM Inkiriwang.

Presiden Jokowi mengaku sangat senang sekali telah meresmikan pembangkit listrik tenaga air yang merupakan salah satu representasi pengembangan energi hijau dan energi baru terbarukan (EBT).

“Kita tahu sekarang global mendesak, mengajak, dan memberikan support kepada semua negara untuk menggeser pemakaian energi fosil, utamanya batu bara untuk masuk semuanya ke energi hijau,” kata Presiden Jokowi.

Ia juga bersyukur  potensi energi Indonesia berdasarkan  perhitungan terakhir mencapai  418 gigawatt (GW). Hal ini, berarti bahwa Indonesia memiliki potensi  418 ribu megawatt (MW)  baik yang berasal  dari hydro power, geothermal (29 ribu MW),  tenaga surya,  tenaga bayu, energi  tidal, maupun panas permukaan air laut.

Presiden Jokowi Resmikan PLTA Peaker Terbesar di Indonesia
PLTA di Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah, yang diresmikan Presiden Jokowi pada Jumat (25/2/2022). Sumber: BSTV

Dikatakan, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang dapat dikelola menjadi  energi kelistrikan.  Namun, yang menjadi pertanyaan adalah  bagaimana Indonesia  bisa menggeser dari penggunaan energi yang full batu bara ke energi hijau.  Sebab, pergerakan itu  bukan pekerjaan yang mudah,  karena sudah terlanjur banyak sekali Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Indonesia.

“Sekali lagi, saya sangat menghargai, mengapresiasi apa yang sudah dikerjakan oleh Kalla Group dalam hal membangun hydropower baik yang ada di Sulawesi Tengah yang nanti juga akan selesai di Mamuju dan di Kerinci, Sumatera Barat,” kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi Resmikan PLTA Peaker Terbesar di Indonesia
Presiden Jokowi meresmikan PLTA peaker berkapasitas total 515 MW yang dikelola PT Poso Energy dan PLTA Malea Energy 90 MW di Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah, Jumat (25/2/2022). Sumber: BSTV

Ia mengatakan, pemerintah Indonesia secara bertahap mengakselerasi pencapaian target bauran nasional pada tahun 2025, yang terdiri dari bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23%, gas bumi sebesar 22%, minyak bumi sebesar 25%, dan batubara sebesar 30%.

“Kita tahu bahwa target-target yang telah kita sepakati bersama dengan dunia di tahun 2025 kita harus di 23%, di 2030 adalah 29%, dan di 2060 emisi nol persen semuanya sudah kita dapatkan.

Target-target seperti ini yang tidak mudah dikejar karena memang antara pertumbuhan permintaan dan listrik harus diseimbangkan. Jangan sampai ada kelebihan pasokan dari PLN sehingga membebani PLN,” kata dia.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia