Jumat, 15 Mei 2026

BKF: Laju Inflasi Terkendali di Tengah Kenaikan Permintaan

Penulis : Arnoldus Kristianus
1 Mar 2022 | 19:43 WIB
BAGIKAN
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu dalam Taklimat Media pada Kamis (10 Februari 2022).
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu dalam Taklimat Media pada Kamis (10 Februari 2022).

JAKARTA, investor.id – Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan menyatakan, laju inflasi pada Februari 2022 terkendali di tengah kenaikan permintaan dan harga komoditas global. Deflasi 0,02% pada Februari 2022 terjadi karena penurunan beberapa harga komoditas pangan, seperti minyak goreng, seiring dengan implementasi program minyak goreng satu harga.

“Minyak goreng memberikan andil dalam angka deflasi bulan ini karena pada awal Februari, pemerintah menerbitkan peraturan tentang penetapan harga eceran tertinggi di tengah kenaikan harga CPO di pasar global,” ucap Kepala BKF Febrio Nathan Kacaribu dalam siaran pers yang diterima pada Selasa (1/3/2022).

Dia mengatakan, inflasi administered price Februari 2022 yang mencapai 0,18% juga dipengaruhi oleh penurunan aktivitas masyarakat akibat adanya peningkatan kasus Omicron, sehingga terjadinya normalisasi tarif angkutan udara. Pemerintah masih akan melanjutkan kebijakan yang akomodatif pada harga energi domestik untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi.

Terkait masyarakat miskin dan rentan, lanjut Febrio, pemerintah tetap memberikan bantuan untuk menjaga daya beli kelompok tersebut dengan mengalokasikan anggaran perlindungan sosial yang tetap tinggi pada tahun ini yakni sebesar Rp 431,5 triliun.

ADVERTISEMENT

Inflasi inti masih melanjutkan tren peningkatan yang dipengaruhi oleh membaiknya sisi permintaan serta lanjutan dari efek passthrough ke harga konsumen, meskipun secara terbatas. Hal ini juga tampak dari peningkatan pada inflasi di tingkat grosir untuk kelompok industri, khususnya untuk kelompok bangunan tempat tinggal serta instalasi listrik, air, dan gas.

Sedangkan komoditas yang mengalami peningkatan harga di antaranya adalah mobil dan sewa rumah. “Secara umum, untuk menjaga stabilitas harga di tingkat nasional, pemerintah pusat dan daerah selalu bersinergi serta berkoordinasi dengan Bank Indonesia maupun otoritas terkait untuk menciptakan bauran kebijakan yang tepat. Pemerintah juga akan terus mengantisipasi perkembangan harga komoditas global termasuk yang disebabkan oleh isu geopolitik”, pungkas Febrio.

Editor: Nasori

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia