Gara-gara Perang, Pertumbuhan Ekonomi Global akan Susut 0,6%
JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia (BI) merevisi ke bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi global sejalan dengan meningkatnya eskalasi geopolitik antara Rusia dan Ukraina menjadi 3,8% (yoy) dari proyeksi semula 4,4% (yoy), alias susut 0,6%.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan, proyeksi ini masih berpotensi berubah, sangat bergantung pada seberapa lama eskalasi tensi geopolitik Rusia dan Ukraina berlangsung.
Eskalasi ketegangan geopolitik telah berdampak pada pemberian sanksi berbagai negara terhadap Rusia.
Alhasil akan berimplikasi pada transaksi perdagangan, pergerakan harga komoditas, dan pasar keuangan global, di tengah penyebaran Covid-19 yang mulai mereda.
“Yang semula pertumbuhan ekonomi global bisa mencapai 4,4%, pada asesmen terkini bisa turun jadi 4,2%, bahkan kalau berlanjut bisa 3,8%, tergantung seberapa lama eskalasi ini berlanjut,” katanya dalam konferensi pers virtual, Kamis (17/3/2022).
Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan berbagai negara, seperti Eropa, Amerika Serikat (AS), Jepang, Tiongkok, dan India berpotensi lebih rendah dari proyeksi sebelumnya.
Di samping itu, volume perdagangan dunia berpotensi lebih rendah dari perkiraan sebelumnya sejalan dengan risiko tertahannya perbaikan perekonomian global dan gangguan rantai pasokan yang masih berlangsung.
“Harga komoditas global meningkat, termasuk komoditas energi, pangan, dan logam, sehingga memberikan tekanan pada inflasi global,” ucapnya.
Tak hanya itu, eskalasi ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina tersebut menambah ketidakpastian pasar keuangan global, di samping karena kenaikan suku bunga bank sentral AS dan percepatan normalisasi kebijakan moneter di negara maju lainnya, sebagai respons terhadap meningkatnya tekanan inflasi akibat kenaikan harga energi.
“Hal tersebut mengakibatkan terbatasnya aliran modal, seiring dengan risiko pembalikan arus modal ke aset yang dianggap aman (safe haven asset), dan tekanan nilai tukar negara berkembang, termasuk Indonesia,” tuturnya.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






