Jumat, 15 Mei 2026

Pecah Perang Rusia-Ukraina, Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia Terjaga Normal

Penulis : Triyan Pangastuti
13 Apr 2022 | 10:56 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan perempuan Indonesia harus membuktikan diri layak jadi pemimpin, Sumber: Istimewa
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan perempuan Indonesia harus membuktikan diri layak jadi pemimpin, Sumber: Istimewa

JAKARTA, Investor.id -  Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyebutkan bahwa stabilitas sistem keuangan dalam kondisi normal, meskipun terjadi tekanan eksternal dari perang yang terjadi Ukraina .

Menteri Keuangan sekaligus Ketua KSSK Sri Mulyani Indrawati mengatakan, perbaikan ekonomi global yang mulai berlangsung akhirnya tertahan akibat konflik Rusia dan Ukraina.

Alhasil ekonomi global diprediksi tertekan dengan proyeksi pertumbuhan lebih rendah, dibandingkan estimasi semula. Perang tersebut juga memicu volatilitas pasar keuangan yang meningkat.

ADVERTISEMENT

“Ekspektasi yang tadinya positif terhadap pemulihan ekonomi global, seiring meredanya covid-19 tertahan setelah eskalasi perang di Ukraina, sejak 24 Februari 2022”tuturnya dalam Konferensi KSSK, Rabu (13/4).

Langkah-langkah pengenaan sanksi yang dilakukan oleh Amerika Serikat, Eropa, dan negara G7 terhadap Rusia di tengah masih terjadinya gangguan rantai pasok telah menekan volume perdagangan dan prospek pertumbuhan ekonomi global.

Perang tersebut juga memicu kenaikan harga komoditas global secara sangat signifikan, terutama komoditas energi, pangan, dan logam serta berdampak pada meningkatnya inflasi global.

“Peperangan di Ukraina antara Rusia dan Ukraina turut menciptakan tantangan bagi normalisasi kebijakan moneter di negara-negara maju yang kemudian meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan global,”jelasnya.

Menurutnya, normalisasi kebijakan moneter di negara maju merupakan respon dari meningkatnya inflasi yang tinggi ditengah potensi pelemahan ekonomi, sehingga mendorong terbatasnya aliran modal asing masuk ke Emerging Market.  “Ini sejalan dengan terjadinya realokasi aset untuk mencari tempat yang aman atau safe haven asset,” ujarnya

Di sisi lain, Sri Mulyani menegaskan, stabilitas sistem keuangan Indonesia berada dalam kondisi normal didukung pemulihan ekonomi, terutama ditopang semakin baiknya penanganan COVID-19. Penurunan kasus dan penanganan COVID-19 yang baik diikuti oleh pelonggaran pembatasan kegiatan masyarakat akhirnya semakin mendorong kegiatan perekonomian dalam negeri.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan tetap kuat didukung oleh kegiatan konsumsi masyarakat atau rumah tangga, kegiatan investasi serta dukungan belanja pemerintah.

“Kinerja ekspor yang dalam hal ini alami peningkatan sangat signifikan namun tetap akan harus diwaspadai dengan adanya perkembangan perdagangan ekonomi global”ucapnya.

Inflasi

Meski demikian, Sri Mulyani tak memungkiri terdapat sejumlah risiko rambatan dari kondisi global yang akan berpotensi mempengaruhi inflasi, cost of fund, dan kinerja perekonomian dalam negeri.

Oleh sebab itu, KSSK akan terus memperkuat koordinasi termasuk dalam merumuskan respon kebijakan yang terkoordinasi dan bersinergi dalam menjaga pemulihan ekonomi nasional dari gejolak dan dinamika global. “KSSK tetap mewaspadai dan memantau stabilitas sistem keuangan agar tetap terjaga,” tegas Sri Mulyani.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 13 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 45 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 56 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 60 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia