IEA Turunkan Prospek Permintaan Minyak Dunia, Terkait Penguncian Tiongkok
PARIS, investor.id – Permintaan minyak global akan sedikit lebih rendah dari perkiraan tahun ini setelah penguncian ketat Covid-19 di Tiongkok, yang adalah importir minyak mentah terbesar dunia, kata Badan Energi Internasional (IEA) pada Rabu (13/4).
Sementara itu, pasokan minyak Rusia diperkirakan akan terus turun pada April 2022 sebesar 1,5 juta barel per hari di tengah agresinya ke Ukraina. Menurut IEA, kondisi ini membuat lembaga tersebut menyampaikan saran kepada negara-negara maju tentang kebijakan energi mereka.
Tetapi peningkatan produksi dari kelompok negara produsen minyak dan sekutunya (OPEC+), rilis stok dari Amerika Serikat (AS) dan anggota IEA lainnya dinilai seharusnya sudah mencegah berkembangnya defisit yang tajam, kata badan tersebut dalam laporan bulanannya.
Negara-negara kaya telah setuju untuk memanfaatkan tambahan 120 juta barel minyak dari cadangan darurat. Sebagiannya akan disokong dari Amerika Serikat (AS), dalam upaya untuk menenangkan harga minyak mentah yang melonjak setelah serangan Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022.
Harga turun di bawah US$ 100 dalam beberapa hari terakhir karena penguncian ketat di Shanghai. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran bahwa permintaan minyak mentah dari Tiongkok akan turun, namun akan rebound setelah otoritas melonggarkan pembatasan di beberapa lingkungan kota terbesar di negara itu.
“Langkah-langkah penguncian baru yang parah di tengah melonjaknya kasus Covid-19 di Tiongkok telah menyebabkan revisi turun dalam ekspektasi kami untuk permintaan minyak global (pada kuartal II-2022 dan tahun ini secara keseluruhan,” kata IEA, Rabu.
Permintaan yang lebih lemah dari perkiraan di negara-negara OECD, sekelompok negara yang sebagian besar maju, telah menambah penurunan menurut badan yang berbasis di Paris tersebut.
IEA mengatakan bahwa sekarang pihaknya mengharapkan permintaan rata-rata 99,4 juta barel per hari pada 2022. Angka ini 260.000 barel per hari lebih rendah dari perkiraan sebelumnya, meskipun masih akan lebih tinggi dari tahun lalu sebesar 1,9 juta barel.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now


