Jumat, 15 Mei 2026

IEA Turunkan Prospek Permintaan Minyak Dunia, Terkait Penguncian Tiongkok

Investor.id
13 Apr 2022 | 18:45 WIB
BAGIKAN
Direktur Eksekutif International Energy Agency (IEA) atau Badan Energi Internasional, Fatih Birol. (FOTO: AP / SCANPIX)
Direktur Eksekutif International Energy Agency (IEA) atau Badan Energi Internasional, Fatih Birol. (FOTO: AP / SCANPIX)

PARIS, investor.id – Permintaan minyak global akan sedikit lebih rendah dari perkiraan tahun ini setelah penguncian ketat Covid-19 di Tiongkok, yang adalah importir minyak mentah terbesar dunia, kata Badan Energi Internasional (IEA) pada Rabu (13/4).

Sementara itu, pasokan minyak Rusia diperkirakan akan terus turun pada April 2022 sebesar 1,5 juta barel per hari di tengah agresinya ke Ukraina. Menurut IEA, kondisi ini membuat lembaga tersebut menyampaikan saran kepada negara-negara maju tentang kebijakan energi mereka.

Tetapi peningkatan produksi dari kelompok negara produsen minyak dan sekutunya (OPEC+), rilis stok dari Amerika Serikat (AS) dan anggota IEA lainnya dinilai seharusnya sudah mencegah berkembangnya defisit yang tajam, kata badan tersebut dalam laporan bulanannya.

ADVERTISEMENT

Negara-negara kaya telah setuju untuk memanfaatkan tambahan 120 juta barel minyak dari cadangan darurat. Sebagiannya akan disokong dari Amerika Serikat (AS), dalam upaya untuk menenangkan harga minyak mentah yang melonjak setelah serangan Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022.

Harga turun di bawah US$ 100 dalam beberapa hari terakhir karena penguncian ketat di Shanghai. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran bahwa permintaan minyak mentah dari Tiongkok akan turun, namun akan rebound setelah otoritas melonggarkan pembatasan di beberapa lingkungan kota terbesar di negara itu.

“Langkah-langkah penguncian baru yang parah di tengah melonjaknya kasus Covid-19 di Tiongkok telah menyebabkan revisi turun dalam ekspektasi kami untuk permintaan minyak global (pada kuartal II-2022 dan tahun ini secara keseluruhan,” kata IEA, Rabu.

Permintaan yang lebih lemah dari perkiraan di negara-negara OECD, sekelompok negara yang sebagian besar maju, telah menambah penurunan menurut badan yang berbasis di Paris tersebut.

IEA mengatakan bahwa sekarang pihaknya mengharapkan permintaan rata-rata 99,4 juta barel per hari pada 2022. Angka ini 260.000 barel per hari lebih rendah dari perkiraan sebelumnya, meskipun masih akan lebih tinggi dari tahun lalu sebesar 1,9 juta barel.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 46 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 48 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia