Menu
Sign in
@ Contact
Search
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono dalam telekonferensi pers di Kantor BPS pada Kamis (2/6/2022)

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono dalam telekonferensi pers di Kantor BPS pada Kamis (2/6/2022)

Kenaikan Harga Pangan dan Tarif Angkutan Udara Dorong Inflasi Mei 2022 Jadi 0,40%

Kamis, 2 Juni 2022 | 12:45 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Mei 2022 mencapai 0,40%.Inflasi disebabkan oleh kenaikan harga pada komoditas pangan dan tarif angkutan udara.

“Kalau saya detailkan beberapa komoditas penyumbang inflasi di Bulan Mei itu adalah tarif angkutan udara, harga telur ayam ras, ikan segar, dan bawang merah,” ucap Kepala BPS Margo Yuwono dalam telekonferensi pers di Kantor BPS pada Kamis (2/6).

Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Mei) 2022 sebesar 2,56% dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Mei 2022 terhadap Mei 2021) sebesar 3,55%. “Kalau diperhatikan, inflasi Mei ini secara YOY (Year on Year) itu adalah 3,55% dan ini ditarik ke belakang ini merupakan inflasi tertinggi sejak Desember tahun 2017. dimana saat itu inflasinya sebesar 3,61%,” kata Margo.

Dari 90 kota yang dipantau, 87 kota mengalami inflasi dan 3 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 2,24% dan terendah terjadi di Gunungsitoli dan Tangerang masing-masing sebesar 0,05%. Pada saat yang sama terjadi deflasi tertinggi terjadi di Kotamobagu sebesar 0,21% dan terendah terjadi di Merauke sebesar 0,02% .

Baca juga: BPS: Inflasi Mei 2022 Capai 0,40%

“Komoditas penyumbang inflasi di Tanjung Pandan diantaranya adalah Ikan Kerisi memberikan andil inflasi sebesar 0,53%, air kemasan memberikan andil inflasi 0,31%, dan angkutan udara memberikan andil inflasi 0,28%,” ucap Margo.

Bila dilihat menurut kelompok pengeluaran maka penyumbang terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 0,78% dan memberikan andil 0,20% ke inflasi Mei 2022. Komoditas yang memberikan andil terbesar pada kelompok ini adalah telur ayam ras yang memberikan andil sebesar 0,05%. Dari hasil kajian BPS di 90 kota inflasi pada telur ayam ras terjadi karena kenaikan harga pakan ayam serta tingginya permintaan.

“Kenaikan harga pakan ini menyebabkan harga komoditas telur ayam ras di berbagai kota mengalami kenaikan,” tandas Margo.

Baca juga: Fed Yakin Ada Tanda-Tanda Pelonggaran Inflasi

Kedua komoditas yaitu ikan segar yang memberikan andil inflasi 0,04%. Menurut Margo kenaikan harga ikan segar disebabkan oleh kondisi cuaca yang buruk sehingga banyak nelayan tidak bisa menangkap ikan dan mempengaruhi jumlah pasokan ikan di pasar.

“Ikan segar ini memberikan andil 0,04% lebih disebabkan karena cuaca buruk sehingga nelayan di berbagai perairan Nusantara itu tidak bisa melaut untuk menangkap ikan. Suplainya terbatas,” ucap Margo

Ketiga yaitu dari bawang merah yang memberikan andil sebesar 0,04%. Hal ini ini lebih disebabkan karena minimnya pasokan bawang merah dari daerah-daerah sentra produksi. Pada Mei ini pasokan bawang goreng belum pulihnya distribusi karena pasca Idul Fitri. Komoditas lain pada kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau adalah daging sapi, jeruk, sawi hijau, tahu mentah, tempe, dan roti manis masing-masing sebesar 0,01%. Sementara komoditas yang dominan memberikan andil deflasi, yaitu minyak goreng, daging ayam ras, cabai rawit, dan cabai merah masing-masing sebesar 0,01%.

Baca juga: IHSG Ditutup Anjlok 0,1% pada Sesi I

Kelompok pengeluaran terbesar kedua yang mengalami inflasi adalah transportasi. Kelompok ini mengalami inflasi 0,65% dan memberikan andil 0,08%. Komoditas yang mengalami kenaikan harga pada kelompok transportasi adalah tarif angkutan udara sebesar 0,07%. Sementara komoditas yang dominan memberikan andil deflasi, yaitu angkutan antar kota sebesar 0,01%.

“Tarif angkutan udara memberikan andil 0,07%. Kenaikan tarif angkutan udara dikarenakan tingginya permintaan menjelang hari raya dan arus balik penumpang Jadi lebih disebabkan karena Lebaran kemarin sehingga menyebabkan harga tarif angkutan data juga memberikan andil 0,07%,” ucap Margo.

Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Mei) 2022 sebesar 2,56 % dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Mei 2022 terhadap Mei 2021) sebesar 3,55%. Komponen inti pada Mei 2022 mengalami inflasi sebesar 0,23%. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Mei) 2022 sebesar 1,63% dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Mei 2022 terhadap Mei 2021) sebesar 2,58%.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com