BPS: Nilai Ekspor Mei 2022 Capai US$ 21,51 Miliar
JAKARTA, investor.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$ 21,51 miliar pada Mei 2022. Angka ini menunjukan penurunan 21,29% dibandingkan posisi April 2022 (month to month/mtm), namun meningkat 27% dibandingkan posisi Mei 2021 (year on year/yoy).
“Bisa kita lihat secara mtm turun 21,29%, sementara mtm pada Mei 2021 adalah 8,42%. Secara yoy masih mengalami kenaikan 27%, meskipun mengalami perlambatan. Kalau Mei 2021 yoy 62% sedangkan Mei 2022 yoy 27%,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto dalam telekonferensi pers di Kantor BPS, Rabu (15/6/2022).
Bila dilihat menurut sektor, maka hanya sektor migas yang mengalami peningkatan. Sedangkan tiga sektor lain seperti industri pengolahan; pertanian,kehutanan, dan perikanan; serta pertambangan dan lainnya mengalami penurunan dari posisi April 2022.
Nilai ekspor migas mencapai US$ 1,5 miliar dibandingkan dengan posisi April 2022 atau terjadi kenaikan 4,38%. Bila dibandingkan dengan posisi Mei 2021 terjadi kenaikan 54,49%. Sektor ini berkontribusi 6,96% terhadap total ekspor Mei 2022.
“Sektor migas yang mengalami peningkatan secara mtm, 4,38% utamanya didorong oleh komoditas migas untuk minyak mentah dan gas,” ucap Setianto.
Nilai ekspor industri pengolahan mencapai US$ 14,14 miliar. jika dibandingkan dengan posisi April 2022 terjadi penurunan hingga 25,93%. Bila dibandingkan dengan posisi Mei 2021 terjadi kenaikan 7,78%. Sektor ini memberikan andil 65,73% terhadap total ekspor Mei 2022. Setianto mengatakan sektor ini mengalami penurunan terdalam yang disebabkan komoditas minyak kelapa sawit, pakaian jadi atau konveksi dari tekstil.
“Minyak kelapa sawit kita mengalami restriksi sehingga mengalami penurunan ekspor pada Mei 2022,” ucap Setianto.
Nilai ekspor industri pertambangan dan lainnya mencapai US$ 5,58 miliar,jika dibandingkan dengan posisi April 2022 terjadi penurunan 12,92%. Bila dibandingkan dengan posisi Mei 2021 terjadi kenaikan pesat hingga 114,20%. Sektor ini memberikan andil 25,95% terhadap total ekspor Mei 2022.
“Sektor pertambangan ini turun 12,92% ini didorong oleh penurunan komoditas bijih, tembaga, dan lignit,” ucap Setianto.
Nilai ekspor sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencapai US$ 290 juta, jika dibandingkan dengan posisi April 2022 terjadi penurunan 25, 92%. Bila dibandingkan dengan posisi Mei 2021 terjadi kenaikan 20,32%. Sektor ini memberikan andil 1,36% terhadap total ekspor Mei 2022.
“Sektor pertanian yang turun 25,92%. ini didorong oleh penurunan untuk komoditas sarang burung, kemudian tanaman obat,” ujar Setianto.
Adapun peningkatan terbesar ekspor terjadi pada nikel dan barang daripadanya sebesar US$ 233,7 juta (65,39%). Penurunan terbesar ekspor nonmigas Mei 2022 terhadap April 2022 terjadi pada komoditas lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$ 2.149,5 juta (71,79%).
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.Tag Terpopuler
Terpopuler






