Jumat, 15 Mei 2026

Mustika Ratu Ekspor Jamu Ready to Drink ke Jepang

Penulis : Happy Amanda Amalia
2 Jul 2022 | 09:00 WIB
BAGIKAN
Suasana pelepasan kontainer perdana ke Jepang untuk Jamu Ready to Drink (RTD) yang diproduksi Mustika Ratu.  ( Foto: Istimewa )
Suasana pelepasan kontainer perdana ke Jepang untuk Jamu Ready to Drink (RTD) yang diproduksi Mustika Ratu. ( Foto: Istimewa )

JAKARTA, investor.id – Presiden Direktur PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) Bingar Egidius Situmorang melepas pengiriman kontainer perdana ke Jepang untuk produk minuman jamu modern Ready to Drink (RTD). Seremoni yang digelar pada Jumat (1/7) turut dihadiri oleh buyer perwakilan Indonesia di halaman gudang Mustika Ratu yang berada di Ciracas, Jakarta Timur.

Menurut Bingar, jamu RTD yang tersedia dalam tiga varian rasa Gula Asam, Kunir Asam, dan Beras Kencur tersebut merupakan jamu inovatif yang dikemas secara modern dan praktis untuk dikonsumsi, sehat, segar, berkhasiat dan halal.

“Jamu yang diproses dengan Ultra High Technology (UHT) ini menjadikannya jamu pertama di Indonesia yang dihasilkan melalui teknologi modern, hingga menghasilkan jamu yang aman dikonsumsi oleh anak-anak hingga orang dewasa,” ujar dia dalam keterangan tertulis.

ADVERTISEMENT

Ditambahkan oleh Bingar bahwa keberhasilan jamu RTD mengekspor produk ke Jepang merupakan sebuah keberhasilan yang patut dibanggakan. Hal ini mengingat Jepang merupakan salah satu negara yang dikenal sebagai negara yang cukup ketat memberikan quality test pada setiap produk yang akan dipasarkan di negara tersebut.

“Mustika Ratu terus melakukan inovasi dan tampil sebagai pionir halal, natural beauty and wellness product yang berkualitas dan bermanfaat bagi kesehatan serta kecantikan. Jamu RTD Mustika Ratu telah melalui quality test dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh negara Jepang, sehingga kami siap melakukan ekspor,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Direktur Pengembangan Bisnis PT Mustika Ratu Tbk Kusuma Ida Anjani menjelaskan bahwa masyarakat Asia, khususnya Jepang menaruh perhatian tinggi atas produk-produk yang terbuat dari bahan alami dan halal.

“Produk-produk Mustika Ratu mendapatkan respon positif di Jepang. Ini menunjukkan bahwa pasar dunia sangat tertarik terhadap produk-produk natural dan halal. Jepang merupakan negara terbaru pasar ekspor Mustika Ratu setelah 29 negara lain telah menjadi negara tujuan ekspor termasuk Amerika, Eropa dan Afrika,” tutur dia.

Duta Besar LBBP RI untuk Jepang dan Federasi Mikronesia Heri Akhmadi pun menyambut baik dan bangga atas produk Indonesia yang berhasil masuk ke negara Jepang. Menurut dia, peluang produk makanan dan minuman Indonesia sangat besar untuk pasar Jepang, sehingga produsen Indonesia harus bisa mengisi pasar yang besar tersebut.

“Kehadiran produk jamu modern siap minum (ready to drink) ini merupakan terobosan inovatif dan cerdas dari Mustika Ratu. Momentum musim panas di Jepang juga waktu yang tepat untuk masuknya produk minuman kesehatan yang segar ala Indonesia. Saya ucapkan selamat atas pelepasan kontainer perdana jamu beverage Mustika Ratu ke Jepang. Saya yakin produk ini akan dapat diterima dengan baik oleh warga Jepang dan semakin memperkokoh semboyan Bangga Buatan Indonesia di Jepang. Subarashii Mustika Ratu,” ujar Heri.

Sebagai informasi, catatan ekspor minuman ringan Indonesia ke Jepang pada 2021 mencapai hampir US$ 1 juta dan selama lima tahun terakhir mengalami tren kenaikan 3,96%. Oleh karena itu, Mustika Ratu berkomitmen untuk terus menghadirkan produk berkualitas dengan standar tinggi yang berfokus pada penelitian, inovasi dan kemajuan teknologi, sekaligus akan memanfaatkan peluang business export ini guna pengembangan bisnis yang jauh lebih besar.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia