Jumat, 15 Mei 2026

Sri Mulyani: Windfall Profit Tidak akan Terulang di Tahun Depan

Penulis : Lenny Tristia Tambun
8 Aug 2022 | 18:35 WIB
BAGIKAN
Menkeu Sri Mulyani
Menkeu Sri Mulyani

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan, windfall profit atau keuntungan tak terduga yang berasal dari lonjakan harga komoditas internasional yang dialami Indonesia kemungkinan tidak akan berulang lagi pada tahun depan.

“Untuk pendapatan negara, tahun depan memang ini menjadi salah satu yang perlu kita perhatikan. Karena tahun ini, windfall profit yang berasal dari (harga) komoditas sangat tinggi,” kata Sri Mulyani saat memberikan keterangan pers seusai mengikuti sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/8/2022).

Komoditas yang mengalami lonjakan harga belekangan ini antara lain batu bara, bauksit, nikel, tembaga, hingga kelapa sawit. Situasi ini terjadi akibat meletusnya perang Rusia dan Ukraina beberapa Februari lalu.

Sejauh ini, penerimaan pajak akibat lonjakan harga komoditas telah mencapai Rp 279 triliun. Kemudian penerimaan pada bea keluar juga melonjak hingga Rp 48,9 triliun, khususnya dari minyak kelapa sawit (CPO).

ADVERTISEMENT

“Kita memproyeksikan dari sisi pajak, kita mendapatkan Rp 279 triliun penerimaan pajak yang berasal dari komoditas. Ini mungkin tidak akan berulang atau tidak akan setinggi ini untuk tahun depan,” ujar Sri Mulyani

“Dari sisi bea cukai, kita mendapatkan bea keluar sebesar Rp 48,9 triliun terutama untuk komoditas yang bayar biaya keluar seperti CPO. Dan ini mungkin juga tidak akan terulang pada level yang setinggi ini,” lanjutnya lagi.

Sri mengungkapkan kalau melihat tahun ini, harga dari minyak mencapai US$ 95 hingga 100 per barel. Tahun depan, harga minyak diperkirakan akan melemah pada level US$ 90 per barel.

“Untuk harga-harga seperti batubara yang mencapai US$ 244, tahun depan diperkirakan akan lebih rendah yaitu pada level US$ 200. Sedangkan untuk CPO yang pada tahun ini mencapai US$ 1.350, diperkirakan juga akan menurun di bawah US$ 1.000. ini semuanya harus dipertimbangkan di dalam mengestimasi penerimaan negara tahun depan,” terang Sri Mulyani.

Editor: Nasori

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 25 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 29 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia